RADAR JOMBANG – Penemuan sopir truk tebu asal Jombang dalam kondisi meninggal dunia mengegerkan warga di sekitar pabrik gula KTM Lamongan.
Pria itu, adalah Samad Nur Koyin 42, warga Desa Pulosari, Kecamatan Bareng. Diduga, sopir truk ini meninggal karena penyakit yang dideritanya.
“Kejadiannya diketahui sekitar pukul 11.00, lokasinya di tempat parkir pabrik gula KTM,” terang Kapolsek Sambeng Iptu Suroto.
Suroto menjelaskan, kematian korban itu pertama kali diketahui Erik, salah satu petugas keamanan di Pabrik Gula KTM. Saat itu, Erik yang sedang mengatur antrean truk, meminta korban untuk memajukan kendaraannya.
“Saksi menyuruh truck yang disopiri almarhum untuk maju namun tidak maju, kemudian saksi mendekati truck dan mendapati sopir sedang tidur di ruang kemudi,” lanjutnya.
Namun, Samad tak juga bangun saat Erik datang dan mencoba membangunkannya. Ia kemudin mengecek nadi korban dan mengatahui jika Samad sudah tidak bernyawa.
“Setelah tahu itu, saksi meminta tolong kepada rekan sopir lainnya dan melapor ke polisi,” imbuh Suroto.
Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan, juga mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit.
Hasil visum luar, dipastikan tidak ada bekas tanda penganiayaan di tubuhnya. “Diduga korban meninggal karena sakit, tidak ada bekas tanda penganiayaan,” tambahnya.
Karena pihak keluarga menyatakan ikhlas atas meninggalnya korban, jasadnya pun langsung diserahkan untuk dikebumikan. (riz)
Editor : Achmad RW