“Yang melapor tadi tetangganya, karena mencium bau busuk dari rumah korban, sedangkan korban sendiri sudah tidak terlihat sejak tiga hari terakhir,” terang Suharto, Kepala Desa Watudakon kepada wartawan.
Ia menjelaskan, di rumah itu Supriyadi memang tinggal sendirian saja. Ia mengontrak rumah di situ, sementara anaknya tinggal di kecamatan lain di Jombang. Sebelum ditemukan tewas di ruang rumahnya sekitar pukul 14.00, warga menduganya sedang bekerja.
Namun, warga terkejut saat menemukan Supriyadi sudah dalam kondisi tak bernyawa. Saat ditemukan, jasad lansia ini masih utuh, dan terlentang di ruang tengah. Tubuhnya, sudah mulai dipenuhi belatung. ”Dikira kerja ke surabaya atau bagaimana tadi itu, ternyata sudah meninggal di dalam rumah, tahunya sudah bau itu,” lanjutnya.
Kejadian itu, kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian. Petugas yang datang, langsung mengidentifikasi jasad korban dan mengevakuasinya dari lokasi kejadian. “Jenaah diidentifikasi kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk divisum,” terang Kapolsek Kesamben AKP Ahmad.
Dari pemeriksaan luar, polisi memastikan tak ditemukan bekas tanda penganiayaan pada tubuhnya. Polisi berkesimpulan, Supriyadi meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. “Tidak ada bekas tanda penganiayaan, dugaannya karena sakit. Korban juga memang memiliki riwayat diabetes,” imbuh Ahmad.
Hal itu, juga dikuatkan dengan ditemukannya sejumlah obat probadi milik korban tak jauh dari lokasi jenazahnya ditemukan. “Pihak keluarga tidak menghendaki adanya otopsi dan menyatakan ikhlas, sehingga jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW