”Uang amal yang bawa kabur kurang lebih sekitar Rp 300 ribu-an. Karena sudah beberapa bulan belum dibuka,” terang Muzaki, 42, marbot masjid.
Muzaki menerangkan, pencurian kotak amal diketahui sekitar pukul 04.00. Saat itu, ia datang ke masjid untuk jamaah salat subuh. Namun, baru saja masuk masjid, ia melihat dua kotak amal masjid berserakan. ”Saya baru mau menyalakan lampu sama nyetel ngaji , tapi begitu masuk lihat kotak amal sudah di depan situ,” ucapnya.
Mengetahui hal itu, ia pun segera mengecek dari dekat. Ternyata kondisi kotak amal sudah dicongkel. ”Yang kaca terbuka, yang hijau besar masih tertutup tapi ada bekas dicongkel,” tambahnya.
Ia pun melaporkan pencurian kotak amal itu ke takmir masjid. Usai menunaikan jamaah salat Subuh, pengurus masjid bergegas mengecek CCTV. Diketahui, aksi pencurian dilakukan sekitar pukul 02.00 dini hari. Pencurinya adalah seorang laki-laki dengan ciri tinggi tegap, mengenakan jaket kombinasi merah hitam. ”Pelaku datang dari selatan awalnya, pakai motor matic kemudian berhenti di depan masjid. Setelah itu pura-pura ke kamar mandi,” imbuh Muzaki.
Selesai dari kamar mandi, pelaku terlihat memantau kondisi di sekitar. Melihat situasi aman, pelaku bergegas mengangkat kotak dan memindahkannya ke samping dan mencongkelnya. Setelahnya pelaku menggasak isi kotak amal.
Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Mojowarno. Muzaki berharap, rekaman CCTV yang ada bisa membantu polisi menemukan pelakunya. ”Ya semoga segera ditangkap, biar tidak meresahkan warga yang lain juga,” pungkasnya. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW