“Kejadiannya Sabtu (27/5) siang kemarin, dan terekam CCTV, pelakunya seorang pria mengenakan jaket hitam, rambut ikal, masker putih dan memakai sarung tangan,” terang Radian Ade Firmansyah, 28, pemilik toko.
Radian menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ia tak berada di toko. Siang itu, tokonya sedang dijaga tiga anak buahnya beserta tiga siswa magang. “Sekitar pukul 13.13 itu, datang seorang pria menggunakan motor matic, kemudian masuk ke toko,” lanjutnya.
Saat datang, pelaku mengaku sebagai perangkat Desa Denanyar yang menagih uang sewa ruko. Pelaku, juga seolah sudah tahu jika toko itu memang milik Pemdes Denanyar yang disewakan. “Minta uang sewa Rp 3,7 juta, dan untuk meyakinkan admin, dia berpura-pura menelepon saya,” lontarnya.
Untuk membuat penjaga toko makin yakin, pelaku bahkan sempat membeli salah satu sarung yang dijual di toko itu. “Sempat beli sarung, malah diberi potongan dari Rp 75 ribu jadi Rp 70 ribu karena mengaku kenal saya dan perangkat desa itu,” tambahnya.
Namun, seolah tak bisa menolak, admin di tokonya itupun menyerahkan uang kepada pelaku. Meskipun tak secara keseluruhan diserahkan. “Jadi ada uang Rp 800 ribu di laci, diberikan Rp 700 ribu untuk nutupi ganjilnya itu,” imbuh Radian.
Setelah menerima uang, pelaku juga sempat membuat aksi yang kembali meyakinkan, yakni dengan meminta admin toko Radian memegang uang sembari difoto. Pelaku mengaku hal itu sebagai bukti untuk dikirim kepadanya. “Setelah itu, dia ngomong mau ambil nota di motornya, ternyata dia keluar dan langsung kabur,” rincinya.
Aksi gendam itu, baru disadari anak buahnya beberapa menit kemudian. Sadar jadi korban gendam, adminnya pun kemudian meneleponnya. “Saya awalnya juga kaget, karena harusnya sewa toko saya baru selesai September nanti. Di situ anak-anak akhirnya tahu mereka digendam,” katanya.
Kejadian itu, disebut Radian juga tak dilaporkan ke pihak kepolisian. Kendati demikian, ia telah menyebar sejumlah rekaman wajah pelaku di media sosial yang ia punya. “Saya ikhlas saja, tapi biar jadi pembelajaran bagi para pemilik toko lain, karena mungkin saja nanti siapa saja bisa jadi korbannya,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW