“Diketahuinya itu sekitar pukul 16.20 an tadi, yang tahu juga petani pemilik sawah itu,” terang M Soleh, Kepala Desa Mentaos.
Soleh menyebut, saat ditemukan jasad ABU sudah dalam posisi mengapung di air dalam posisi tengkurap. Dari atas, hanya terlihat baju berwarna hijau miliknya tangan dan punggungnya. “Posisinya tengkurap, ditemukannya di saluran air, sekitar 400 meter dari balai desa dan sudah meninggal waktu ditemukan,” lanjutnya.
Kejadian itu, kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Jenazah korban, kemudian dievakuasi dan dilakukan identifikasi. “Jadi benar, jenazah tadi sudah dievakuasi, dia statusnya masih anak di bawah umur, rumahnya di desa tetangga dari Desa Mentaos itu,” terang Kapolsek Gudo, AKP Kamdani saat dikonfirmasi.
Ia menyebut, usai dievakuasi dari dalam saluran air, jenazah itu, kemudian dilakukan visum luar. Hasilnya, ia menyebut tak ditemukan bekas tanda penganiayaan di tubuh korban. “Kematiannya wajar, diduga terpeleset dan epilepsinya kumat,” imbuhnya.
Dari pemeriksaan kepada warga dan keluarga korban, Kamdani menjelaskan ABU merupakan anak berkebutuhan khusus. Ia, mengalami gangguan mental dan epilepsi hingga tumbuh kembangnya tak normal. “Korban ini memang seringkali main sendirian, menurut keluarganya dia ini suka lihat orang membajak sawah memang,” lontarnya.
Karena keluarga korban menyatakan ikhlas, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan. “Sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW