“Diketahui itu sekitar pukul 11.00, yang tahu juga warga yang diberitahu anaknya waktu itu, lokadi ditemukannya di dekat Dam Kalibening,” terang Kades Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana.
Dhona, sapaan akrabnya menjelaskan korban adalah TA, 4, anak dari warga Dusun Kalibening, Desa Tanggalrejo. “Rumahnya sekitar 150 meter dari dari lokasi,” lanjutnya. Siang itu, TA berpamitan kepada ibunya untuk membeli jajan di warung. Namun, hingga 30 menit kemudian ia tak kunjung pulang.
Sata itulah, seorang warga menemukan jasad TA sudah mengapung di saluran. Balita itu ditemukan dalam posisi telungkup di tengah saluran dengan mengenakan pakaian lengkap. “Sungainya memang dalam ya, kalau satu meter ya lebih kedalamannya itu,” lontarnya.
Mengetahui itu, jasad korban kemudian dievakuasi ke daratan. Nahas, nyawa balita ini tak tertolong. “Ditemukan sudah meninggal posisinya, dugaannya terpeleset saat kencing, karena kalau mandi ndak mungkin soalnya bajunya masih lengkap,” pungkasnya.
Kejadian tewasnya TA hingga ditemukan mengapung di saluran kalibening, dibenarkan Kapolsek Mojoagung AKP Bambang Setio Budi saat dikonfirmasi Jumat (13/1) sore. “Jadi benar, ada balita tewas di sungai karena tenggelam,” ucapnya.
Jasad balita itu, disebut Bambang juga telah dilakukan pemeriksaan dan visum luar. Hasilnya, pihaknya tak menemukan bekas tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuhnya. “Tidak ada tanda kekerasan, dugaannya tercebur sungai karena terpeleset. Jenazah juga langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW