“Kejadiannya sekitar pukul 02.00, kalau menurut rekaman CCTV, tapi kita tahunya sekitar pukul 5.30, saat guru datang,” terang Amanullah, petugas penjaga sekolah.
Ia bercerita, Jumat pagi, seorang guru menghubunginya setelah tak bisa mengakses CCTV. Ia pun segera mengecek kondisi sekolah. Benar saja, saat ia datang ke sekolahan, Aman melihat pintu ruang guru sudah terbuka. “Pintu terbuka, dan kondisi di dalam ruang guru acak-acakan, buku berhamburan, semua laci dibuka, satu kabel CCTV diputus yang ke depan,” lanjutnya.
Setelah melakukan pengecekan, Aman menyebut ada beberapa barang elektronik yang berhasil digondol maling itu. Diantaranya dua LCD Proyektor, seperangkat wireless microphone dan mesin scanner. “Tiga alat itu diambil dari ruang guru semuanya,” imbuhnya.
Dari pengecekan CCTV, dalam rekaman itu, kedua pelaku beraksi selama 30 menit. Aman mengetahui jika pelaku pencurian ini dua orang laki-laki. Mereka, masuk ke ruang guru dengan cara membobol kunci pintu ruang guru menggunakan obeng. “Pelakunya dua orang, satu pakai topi, memakai tas, satunya lagi rambutnya panjang dikuncir tidak pakai topi, dua-duanya laki-laki,” lontarnya.
Pencurian itu, dibenarkan Kepala SDN Wonosalam 5 Sri Pujiastutik. Selain beberapa alat elektronik itu, ada juga uang tunai yang diambil pencuri dalam kejadian tadi malam. “Ada juga uang Rp 300 ribu, itu iuran PGRI. Untuk total kerugian diperkirakan mencapai 13 juta,” terangnya saat dihubungi wartawan.
Pencurian itu, juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ia berharap, polisi bisa segera mengungkap dan menangkap pelaku pencuriannya. “Sudah tadi sudah dilaporkan, Polsek Wonosalam juga sudah melakukan olah TKP,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW