"Saat masuk pintu depan kok ada yang aneh, saya lihat kayak ada yang hilang, baru sadar kalau elpiji tidak ada. Sekitar 17 tabung. Termasuk uang koin sejumlah Rp 50 ribu dan uang kertas Rp 20 ribu," kata Muntinah, 62, pemilik warung, Selasa kemarin (8/11).
Setelah mengetahui elpiji hilang, selanjutnya ia melihat rekaman kamera CCTV yang ada di dalam warung. "Ternyata masuk lewat pintu belakang dengan cara mencongkel jendela, baru masuk lewat pintu dapur. Jendela dirusak, baru pintunya bisa dibuka," paparnya.
Ia sendiri menaruh curiga jika pelaku pencurian merupakan orang yang tahu situasi warung setiap hari. Karena aksinya dilakukan pagi hari pukul 5.00 WIB. "Kalau saya logika biasanya ke sini pagi, Minggu agak siang. Kalau gak bakul (baca; pedagang) nggak mungkin, kan lewat belakang. Maling biasanya malam. Jadi arahnya ke bakul," beber dia.
Saat ditanya apakah pencurian yang dialaminya Minggu (6/11) pagi itu dilaporkan polisi. Wanita lanjut usia ini dengan tegas menjawab tidak, karena tidak tahu bagaimana caranya melapor. Ia menyebut kerugian yang dialaminya mencapai jutaan rupiah. "Harga satuannya elpiji itu Rp 165 ribu, kalau 17 ya lumayan," pungkasnya. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW