“Kejadiannya sekitar pukul 13.30, awalnya itu angin kencang disertai hujan es,” terang Lutfi Hidayat, 35, Kepala Dusun Sawahan, Desa Barongsawahan.
Lutfi menjelaskan, hujan es dan angin itu, berlangsung cukup lama. Hingga pukul 14.00, hujan es dan angin itu baru reda sepenuhnya. Dampaknya pun langsung bisa dilihat, banyak rumah warga yang rusak pada bagian atapnya. “Yang atapnya terbang-terbang banyak, tapi yang para ada tiga rumah,” lanjutnya.
Tiga rumah yang rusak berat itu, akibat tertimpa pohon yang roboh tertiup angin. Hingga Minggu sore, sejumlah warga juga disebutnya mulai melakukan perbaikan mandiri pada rumahnya, khususnya bagi rumah yang mengalami kerusakan ringan. “Yang Cuma gentingnya terbang, sudah diperbaiki sendiri, tapi yang pohon roboh kita belum berani evakuasi karena menyangkut di kabel listrik,” tambahnya.
Selain merusak rumah, hujan dan es juga disebutnya merusak bangunan sekolah, yakni MI Irsyadut Tholibin di Dusun Sawahan. Dua lokal kelas di madrasah ini mengalami kerusakan pada atap dan plavonnya. “Plavonnya ambruk, gentingnya juga ada yang ikut tertiup angin,” tambahnya.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh warga yang rumahnya rusak, disebut Lutfi sudah menyelamatkan diri. “Termasuk satu lansia tadi yang rumahnya ketiban pohon juga selamat, sekarang sementara mengungsi ke rumah tetangganya,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kalaksa BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo melalui Stevy Maria, Supervisor BPBD membenarkan kejadian angin kencang ini. “Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut, laporan yang masuk ada di dua desa,” ungkapnya.
Dari data yang diterimanya, angin juga sempat menyasar permukiman warga di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak. “Yang di pagerwojo data sementara ada tiga rumah rusak ringan, bagian atap, yang di Barongsawahan, tim masih melakukan pengecekan,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW