“Kejadiannya dilaporkan sekitar pukul 15.30, tidak ada korban jiwa” terang Kalaksa BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo.
Kebakaran itu pertama kali diketahui sejumlah penghuni pondok yang berada di asrama. Mereka melihat api muncul dari gubuk bambu di bagian belakang pondok. Gubuk ini biasa digunakan santri sebagai asrama. “Api muncul, kemudian santri minta tolong, dan melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya, namun api terus membesar,” ungkapnya.
Mendapat laporan, petugas dari pos PMK Mojoagung meluncur ke lokasi. Menggunakan sebuah mobil pemadam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api satu jam kemudian. Namun kondisi asrama bambu ini sudah luluh lantak dan nyaris tak bersisa.
Bangunan berukuran 10x4 meter itu seluruhnya ludes dilalap api. Khususnya bagian dinding gubuk dan atap. “Beruntung seluruh santri berhasil menyelamatkan diri, sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Untuk penyebabnya diduga karena korsleting listrik,” pungkasnya. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW