Seperti yang terjadi di Dusun Budug, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno ini. Di dusun ini, hujan deras bercampur angin dan es melanda pemukiman warga. “Sekitar pukul 14.00 itu, ada hujan campur es dan angin kencang juga,” ucap Sugiana, Kepala Dusun Budug.
Sugiana menjelaskan, hujan bercampur angin itu, menyerang areal pemukiman milik warga. Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan, khusunya pada bagian atap. “Ada sekitar 5-6 rumah yang terdampak, yang rusak berat 4 rumah,” lanjutnya.
Kerusakan paling parah, disebutnya menimpa rumah milik Suwarno, salah satu warga Dusun Budug. Bangunan di samping rumahnya habis digulung angin. "Atapnya ikut terbang, terus temboknya roboh, ruangan penyimpanan soundsistemnya juga otomatis rusak,” lontarnya.
Selain menyerang pemukiman, hujan dan angin kencang kemarin juga ikut merobohkan sejumlah pohon yang berada di pinggir jalan desa. “Listrik juga sempat terganggu, untuk sementara warga masih melakukan kerjabakti di lokasi,” ungkapnya.
Selain di Desa Sidokerto, hujan dan angin kencang juga menerjang permukiman, juga merobohkan sejumlah pohon. “Untuk di Sidokerto, ada 10 pohon tumbang, 4 diantaranya menimpa bangunan,” ungkap Kalaksa BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo.
Selain itu, salah satu atap teras masjid yang terbuat dari galvalum juga terdampak bencana ini. Atap ini, roboh dan menimpa dua mobil yang terparkir di bawahnya. “Termasuk mobil siaga desa milik Desa Selorejo yang mengalami kerusakan pada atap dan kaca belakang,” lanjutnya.
Hingga Sabtu sore, Bambang menyebut timnya di lapangan masih membersihkan bekas pohon yang tumbang. Pendataan secara terperinci, juga masih dilakukan. “Kita lakukan rapid assesment dulu, hasilnya akan kita laporkan ke pimpinan untuk pertimbangan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW