“Jadi korbannya itu, ada empat, namun yang melapor ke polisi hanya tiga orang, karena satunya luka ringan saja,” terang Rianto, Kepala Desa Kauman.
Keluarga yang jadi pengeroyokan itu, adalah M Slamet, 49, istrinya Yunita, 32 dan anaknya seorang remaja putri bernama Abel Agustin, 17. Satu lagi, adalah tetangga Slamet yakni Hengki Prasetyo Budi, 26. “Seluruhnya adalah warga Dusun/Desa Kauman, warga saya,” ungkapnya.
Dari informasi yang diterimanya, kejadian itu bermula dari perbuatan onar yang dilakukan para pesilat yang tengah berkonvoi. Mereka, adalah rombongan pesilat dari wilayah Kabuh, beberapa bahkan adalah warga di sekitar desanya. “Dari lokalan sini saja, waktu berangkat ke arah kudu, mereka melintas di depan warung pak Slamet ini, kemudian mengumpat-umpat tanpa alasan yang jelas, tapi tidak dihiraukan sama korban,” ungkapnya.
Saat kembali dari menonton konser di Sendang Made, puluhan pendekar ini kembali menyasar warung Slamet dan istrinya. “Waktu itu pak Slamet sudah mau menutup warung, tapi pesilat ini datang dan langsung menyerang pak slamet, istri dan anaknya juga Hengki yang ada di situ,” lontarnya.
Slamet, sempat berupaya melarikan diri ke arah tanaman tembakau. Namun, enam orang pesilat mengejarnya. Korban, akhirnya terjatuh di lubang tempat penyimpanan air di sawah, hingga akhirnya dihajar. “Sementara anak korban yang perempuan itu dilempar pakai batu hingga pingsan, istri korban dipukul pakai bambu, yang warga satunya itu juga diserang dan dipukuli, mereka kalah jumlah,” tambahnya.
Aksi itu, akhirnya berakhir setelah warga memukul kentongan dan puluhan warga Desa Kauman berdatangan ke lokasi. Pendekar itu, akhirnya melarikan diri setelah sejumlah warga desa berupaya mengejar mereka.
Akibat penganiayaan itu, luka paling parah dialami Slamet. Ia menderita luka robek pada kepala bagian kiri, robek pada kepala bagian belakang dan robek pada punggung diduga akibat sabetan senjata tajam. Sementara anak dan istrinya, menderita luke memar. Hengki, menderita luka sobek pada pelipis bagian kiri. “Pak Slamet sempat dilarikan ke Puskesmas Tapen, namun sekarang sudah dirujuk ke RSUD Ngimbang,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pendekar dari salah satu perguruan silat kembali berbuat onar Minggu (25/9) sore kemarin. Mereka, menyerang warga di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh hingga melukai empat orang warga. Kasus ini, juga tengah diselidiki petugas. (riz) Editor : Achmad RW