“Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 24.00, yang tahu tetangga korban,” terang Kompol Darmadji Kapolsek Ploso.
Kebakaran itu melanda toko milik Sugiyo, 59, warga setempat. Toko itu, sebenarnya tengah dalam kondisi tutup, namun seorang warga, tiba-tiba melihat percikan api dari atas bangunan toko. “Warga berada di belakang toko, tiba-tiba melihat ada api di atap toko. Sementara pemilik toko sudah tidur, rumahnya sekitar 15 meter dari toko,” lanjutnya.
Api yang semula kecil, terus membesar dan merambat ke seluruh bangunan. Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api terus membesar sehingga warga tak bisa berbuat banyak. “Warga kemudian menghubungi pemadam kebakaran, petugas datang beberapa menit kemudian,” imbuh dia.
Proses pemadaman sendiri berlangsung cukup lama. Banyak benda mudah terbakar di dalam toko yang membuat api sulit dipadamkan. Sekitar 2,5 jam setelahnya, api baru sepenuhnya terkendali setelah petugas datang. Kendati demikian, seluruh bangunan toko rata dengan tanah. “Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka, kondisi toko memang sedang kosong,” tambahnya.
Diperkirakan, korban menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat kebakaran tersebut. Polisi yang melakukan olah kejadian perkara usai kebakaran, mengamankan sejumlah benda untuk keperluan penyelidikan. “Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di dalam toko,” pungkas Darmadji. (riz/bin) Editor : Achmad RW