Video truk yang jadi korban teror pelemparan batu sempat diunggah sejumlah akun di grup-grup medsos. Salah satunya akun Septiene Widiasmara yang mengunggah dua video korban truk yang pecah kacanya di salah satu grup informasi di Facebook. “Saya tadi pas lewat, muat pasir, ada dua teman sopir yang menepi, ternyata kena lemparan batu itu,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang.
Septiene menjelaskan, dari yang ia tahu, dari dua truk itu seluruhnya mengalami pecah pada bagian kaca depan. Beberapa sopir bahkan disebutnya sempat mengalami luka pada tangan. “Ada yang luka tadi, karena lemparan batu, lumayan gede juga batunya. Tapi saya tidak lama terus melanjutkan perjalanan tadi,” lontarnya.
Teror pelemparan batu ini, dibenarkan Kapolsek Kabuh saat dikonfirmasi Jumat (26/8) malam. Bahkan, dari data yang diterimanya, tak hanya dua truk yang jadi korban. “Total ada lima truk sampai malam ini yang jadi korban peleparan batu, empat truk tebu, satu truk tronton muat semen,” terang AKP Wardi, Kapolsek Kabuh.
Wardi menjelaskan, aksi pelemparan itu berlangsung sekitar pukul 19.00. Saat itu, lima truk ini sedang berjalan beriringan. Mereka, tengah berjalan dari arah Kabuh menuju arah Lamongan. Hingga tepat sebelum tikungan menurun di Desa Sukodadi, tiba-tiba saja secara bergiliran dilempari batu. “Lokasinya setelah Satradar 222 itu, jalan menurun pas mau berbelok, masuknya Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh. Truk semua ke arah utara, sedangkan pelakunya berjalan ke arah selatan,” imbuhnya.
Modus yang digunakan dalam aksi pelemparan itu, disebut Wardi juga hampir sama dengan aksi pelemparan batu di Kecamatan Ploso dua hari sebelumnya. Para sopir mengaku, pelempar batu ini menggunakan sepeda motor. Kemudian menyerang satu persatu truk yang berpapasan dengannya. “Jadi menyerang depan, begitu kena kan truk ini berhenti. Nah saat truk belakangnya ikut memelankan kendaraan, itulah jadi korban selanjutnya, begitu seterusnya. Yang dibuat melempar juga batu kali,” lontarnya.
Wardi pun menyebut, lima truk itu seluruhnya mengalami pecah kaca bagian depan akibat lemparan batu. Beberapa sopir juga disebutnya mengalami luka ringan akibat batu yang mengenai anggota tubuh mereka. “Semuanya sudah melapor juga ke Polsek Kabuh, kami masih melakukan lidik dan melacak pelakunya semoga bisa segera terdeteksi,” pungkasnya.
Kejadian ini, menambah daftar teror lempar batu di kawasan utara brantas. Rabu (24/8) malam lalu, aksi serupa sempat terjadi di jalur provinsi Ploso-Gedek Desa/Kecamatan Ploso. Dalam kejadian itu, lima truk juga jadi korban pelemparan batu yang dilakukan orang tak dikenal. (riz) Editor : Achmad RW