Dalam video hitam putih berdurasi 1.10 menit yang diposting di salah satu laman grup informasi warga di Facebook itu, terlihat dua supeltas sedang berseteru. Lokasinya berada di pinggir jalan kabupaten di simpang tiga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek.
Seorang supeltas bertubuh kecil, terlihat didorong supeltas lain yang bertubuh lebih besar hingga nyaris jatuh. Tak puas hanya mendorong, keduanya juga sempat terlihat adu mulut. Hingga di detik ke 15, sang supeltas kecil ini dipukul pada bagian muka hingga terjatuh. Pelaku, terlihat kembali memukul korban saat sudah terjatuh. Kejadian itu, kemudian berhenti setelah warga berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Sementara pelakus endiri akhirnya pergi dari lokasi.
“Jadi kejadiannya itu sekitar Minggu (14/8) sore, waktu saya melihat itu korban sudah posisi jatuh ke tanah habis dipukul di muka,” terang Dudi Rudiarto, 53, saksi mata di lokasi.
Dudi menyebut, kedua orang yang bertikai itu adalah supeltas yang sehari-harinya bekerja mengatur lalu lintas di simpang tiga itu. Korban yang dipukul, juga sudah berusia lanjut, sementara pelaku, lebih muda usianya. “Yang dipukul itu warga Bulurejo situ, kalau yang memukul orang Palembang, dia pendatang memang di sini,” imbuhnya.
Menurut dudi, pemukulan itu terjadi lantaran permasalahan rebutan jam gilir berjaga. “Kayaknya miskomunikasi pembagian jam kerja,” ungkapnya. Akibat pukulan itu, Dudi juga menyebut korban sempat mengalami luka pada bagian wajah. “Gusi atau bibirnya begitu kemarin waktu saya tolong kondisinya memang ada luka,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW