Kapolsek Megaluh Iptu Wawan Purwoko membenarkan pengungkapan identitas mayat pria asal Kabupaten Mojokerto ini. ”Ya sudah terungkap, warga asal Mojokerto,” terang Wawan.
Dijelaskan, pada Jumat (12/8), Ahmad Aris F warga asal Kabupaten Mojokerto mendatangi Mapolsek Megaluh mengaku kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri identik dengan penemuan mayat. ”Pria ini mengaku sebagai anak kandung korban, sehingga kita langsung arahkan ke kamar jenazah untuk identifikasi,” imbuhnya.
Setelah ditunjukkan mayat, Aris pun yakin jika jasad tersebut adalah ayah kandungnya. ”Dikenalinya dari baju koko warna hijau lis hitam yang digunakan korban. Selain itu keluarga juga mengenali korban dari jam tangan merek Mason yang ada di tangan mayat tersebut,” ungkap Wawan.
Hal itu juga dikuatkan kesaksian tiga anggota keluarga lain yang ikut didatangkan ke kamar jenazah RSUD Jombang. ”Empat orang ini mengakui jenazah itu identik dengan keluarga mereka yang hilang sejak 20 Juli 2022 lalu,” imbuhnya.
Dari keterangan keluarga, korban memang sudah berusia lanjut. Juga mengalami masalah ingatan alias pikun dan sering kali pergi tanpa sepengetahuan keluarga. ”Terakhir hilang ya Juli 2022 itu, keluarga bahkan sempat melaporkan kehilangan itu kepada Polsek Gondang, Mojokerto,” lontarnya. Kepada petugas, keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Selanjutnya jasad diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Kedungboto, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh digegerkan penemuan mayat tanpa identitas di dalam saluran pengairan di areal persawahan, Kamis (11/8) pagi. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah dalam kondisi membusuk. Mayat tanpa kartu identitas mengenakan baju koko berwarna hijau dengan motif garis hitam. Diduga mayat berjenis kelamin pria berusia sekitar 50 tahun ke atas itu telah meninggal lebih dari tujuh hari. (riz/naz) Editor : Achmad RW