Nefi Ufus Kepala Desa Pulosari mengatakan, MSD setiap hari diparkir di depan kantor desa. Pada Selasa (8/8) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, salah satu warga melihat MSD tidak lagi berada di tempat. Sementara lampu penerangan kantor desa dalam keadaan mati. "Warga curiga hilang karena lampu dimatikan. Kalau dibawa masyarakat biasanya izin dulu," ujarnya.
Pencuri dengan mudah membawa mobil karena kunci mobil diletakkan di lipatan penutup jendela depan kantor desa. Kunci biasa diletakkan di situ untuk memudahkan warga bila membutuhkan kendaraan sewaktu-waktu. "Kuncinya itu ditaruh di atas penutup kaca. Dia mengambil kunci di situ," ucap dia.
Setelah MSD tak berada di tempat, warga lantas mencari ke arah timur atau arah Kecamatan Wonosalam. Pencarian warga akhirnya membuahkan hasil. Mobil ditemukan di Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam sekitar pukul 10.00 WIB di hari yang sama. Atau sekitar 5 Km dari kantor Balai Desa Pulosari. "Warga yang menemukan, dikira mogok tapi ternyata dicuri," kata Nefi.
Setelah itu, mobil diamankan warga ke kantor desa setempat. Belakangan diketahui, pelaku adalah ODGJ yang sedang menjalani pengobatan di Kediri. Selanjutnya, pemerintah desa membawa ke Mapolsek Bareng.
Dikonfirmasi hal ini, Kapolsek Bareng AKP Tri Susilo Hadi membenarkan pelaku seorang ODGJ bernama Muhammad Fauzi, 37, warga Desa Plumpung, Kecamatan Perak. Ia diketahui pasien dari pengobatan alternatif khusus ODGJ di Ponpes Sapu Jagat, Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.
ODGJ tersebut kabur dari tempat perawatan sejak Jumat (5/8) lalu. "Yang bersangkutan meninggalkan ponpes tanpa izin sejak Jumat (5/8) pukul 15.00 WIB," terangnya. Atas kondisi itu polisi tidak bisa memproses hukum. Fauzi akhirnya diserahkan kembali ke Ponpes Sapu Jagat untuk menjalani perawatan. "Fauzi dijemput tiga petugas Ponpes Sapu Jagat. Diserahkan dalam keadaan sehat dan tidak ada luka apapun," pungkas dia. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW