Radarjombang.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK) MAN 4 Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.
Deitsna Fatkha Rahmadina, siswi kelas 12 PK 2, berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional di Surabaya tahun 2025.
Gadis kelahiran Bojonegoro, 8 Desember 2007, itu harus melewati proses panjang sebelum namanya diumumkan sebagai pemenang.
Menurutnya, ajang LKTI ini merupakan pengalaman pertama sekaligus tantangan berat.
”Prosesnya cukup lama dan sulit, karena penelitian yang kami lakukan menggunakan metode RNG. Metode ini baru pertama kali kami pelajari.
Tapi kesannya seru, menarik, dan memberi wawasan baru,” ungkap putri pasangan Ghufron dan Nurul Zubaidah, yang tinggal di Asrama Hasbullah Said yang merupakan asrama di lingkungan MAN 4 Jombang PP Mamba'ul Ma'arif.
Deitsna menuturkan, perjalanan menuju juara dimulai dari seleksi abstrak dan dipilih sepuluh terbaik.
Setelah itu, para finalis diminta mengirimkan naskah lengkap. Lima finalis terbaik kemudian diundang ke Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya untuk presentasi, sebelum ditentukan juara 1 hingga harapan, pada 7 Agustus 2025.
Dalam persiapan, Deitsna mendapat bimbingan intensif dari gurunya, Risyalah dan Ali Syahbana, di bawah penanggung jawab Moh Ilyas, kepala MAN 4 Jombang.
Ia banyak membaca jurnal, artikel, dan buku, lalu menyimpulkan hasil bacaan dengan bahasanya sendiri.
”Saya lebih sering mengerjakan di malam hari setelah aktivitas pondok selesai. Kadang pinjam HP asrama untuk menulis dan revisi, supaya tetap fokus,” ujarnya.
Kemenangan ini semakin melengkapi deretan prestasi yang pernah diraih Deitsna sebelumnya.
Ia pernah menjadi Juara 1 Olimpiade PAI tingkat Provinsi di Maskumambang, Gresik (2025), Juara 2 Olimpiade PAI Nasional di Tebuireng (2024), Juara 3 CCI PAI Nasional di Sidoarjo (2024), serta Juara Harapan 3 Lomba Pidato Bahasa Arab di pesantren Suci (2023).
Keseriusannya menekuni bidang keagamaan dimulai sejak ia masuk MAN PK MAN 4 Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang untuk lebih mendalami pendidikan agama Islam. Banyak kegiatan yang diikuti baik di madrasah maupun di asrama.
Dari sanalah ketertarikannya berkembang hingga mampu dituangkan dalam karya ilmiah bertema Sejarah Kebudayaan Islam.
”Bagi saya, kemenangan ini bukan akhir, tapi awal untuk lebih semangat belajar. Saya ingin terus mengembangkan diri agar bisa membawa nama baik madrasah, pondok, dan orang tua,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto