Hari Pertama, TKA SMA-SMK di Jombang Berjalan Lancar

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Doa bersama dilakukan di SMAN 3 Jombang di pergantian sesi 1 dan 2 di depan ruang ujian, Senin (26/10)
Pelaksanaan TKA di SMAN 3 Jombang Senin (26/10)

RadarJombang.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK gelombang 1 hari pertama di Kabupaten Jombang berlangsung lancar, Senin (26/10). Tidak ada kendala teknis yang terjadi di lapangan.

”Saat ini sesi kedua sedang berlangsung, sesi pertama tadi tidak ada kendala, sesi kedua juga aman,” ungkap Eko Redjo Sunariyanto, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.

Pada hari pertama, pihaknya melakukan kunjungan langsung ke SMAN 3 Jombang untuk memantau kelancaran TKA pada pergantian antara sesi 1 dan 2.

Baca Juga: TKA SMA-SMK Jombang Dimulai, Puluhan Sekolah Ikuti Gelombang Pertama

Sebelum masuk ke dalam lab komputer, terlebih dahulu siswa melakukan doa bersama yang dipimpin guru. Baru kemudian masuk satu per satu dan diperiksa pengawas ruangan.

Memastikan siswa tidak membawa alat apapun kedalam ruangan. Semua perlengkapan sekolah diletakkan di luar kelas termasuk sepatu, tas, gadget, hingga botol minum.

Ia menambahkan, kelancaran pelaksanaan TKA tidak lepas dari persiapan yang dilakukan sekolah sejak jauh-jauh hari. Cabdindik juga melakukan sosialisasi dan koordinasi teknis maupun nonteknis bersama kepala sekolah serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Baca Juga: TKA 2026 Pakai Skor Baru, Nilai 725 ke Atas Dapat Predikat Istimewa

”Sampai saat ini insyaallah lancar. Kami belum menerima laporan kendala dari sekolah, termasuk kendala dari pusat. Mudah-mudahan pelaksanaan berikutnya juga berjalan lancar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kendala selama pelaksanaan, Cabdindik menyiagakan lima petugas helpdesk yang bertugas melayani konsultasi sekolah. Layanan mencakup persoalan teknis, pendataan, data pengawas, hingga kendala nonteknis lainnya.

Bahkan, petugas tetap bersiaga di kantor cabang pada Sabtu dan Minggu sebelum pelaksanaan TKA. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan sekolah benar-benar matang sebelum ujian dimulai.

”Kami siapkan sejak jauh-jauh hari. Sosialisasi, persiapan, hingga diskusi teknis dan nonteknis dengan kepala sekolah serta MKKS sudah dilakukan. Teman-teman di cabang dinas juga tetap bertugas pada akhir pekan untuk melayani konsultasi jika ada kendala,” jelasnya.

Selain dukungan dari Cabdindik, masing-masing sekolah juga menyiapkan tenaga khusus untuk menangani pelaksanaan TKA. Dengan begitu, jika muncul persoalan teknis di tingkat sekolah, penanganan dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu terlalu lama.

Eko menambahkan, pelaksanaan TKA tahun ini tetap memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam mengatur sesi ujian sesuai jumlah peserta dan kesiapan sarana. Sekolah dapat membagi peserta ke dalam satu hingga tiga sesi dalam satu gelombang, dengan mempertimbangkan ketersediaan ruang dan perangkat komputer.

”Ada sekolah yang memilih satu sesi, ada yang dua, bahkan sampai tiga sesi. Saya kira itu bagus, selama persiapan ruangan dan perangkatnya mencukupi sehingga pelaksanaan berjalan lancar,” paparnya.

Baca Juga: Pemetaan Pengawas TKA SMA di Jombang Belum Rampung, Sistem Dinilai Tak Sesuai Juknis

Dari sisi pengawasan, Eko memastikan pelaksanaan TKA menerapkan prosedur yang ketat. Pengawas ruang ditentukan pemerintah pusat berdasarkan nama-nama yang telah disetorkan.

Selain itu, terdapat pengawas penyelia dari perguruan tinggi yang melakukan pemantauan melalui kamera sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Menurutnya, sistem pengawasan menjadi bagian penting untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA sekaligus mencegah potensi kecurangan.

Baca Juga: Peserta Paket C di Jombang Bisa Ikut TKA saat Libur Kerja, Ini Jadwal Lengkapnya

”Pengawas ruang ditentukan pusat, begitu juga pemantauan pengawas penyelia melalui kamera. Saya pikir ini sudah sangat prosedural dan ketat. Bagus untuk anak-anak maupun pelaksanaan TKA secara keseluruhan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Jombang Saidun menyampaikan, pelaksanaan TKA di sekolahnya diikuti 350 siswa. Seluruh peserta dijadwalkan mengikuti ujian dalam satu gelombang yang dibagi menjadi tiga sesi, dengan memanfaatkan tujuh ruang ujian.

Untuk menunjang pelaksanaan, sekolah menyiapkan total 130 unit komputer yang seluruhnya merupakan milik sekolah. Pihaknya tidak melibatkan perangkat milik siswa.

Jumlah komputer di setiap laboratorium bervariasi, mulai 21 hingga 36 unit, dengan tambahan dua sampai lima komputer cadangan di masing-masing ruang.

Persiapan dilakukan sejak jauh-jauh hari, terutama untuk memastikan jaringan internet dan perangkat pendukung berfungsi optimal. Sebab, kesiapan jaringan menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan TKA berbasis komputer.

”Alhamdulillah, hari pertama ini berjalan lancar. Tidak ada kendala jaringan maupun kendala yang dialami siswa. Semua bisa mengerjakan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Nur Anas, Kasi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang mengatakan hingga hari pertama pelaksanaan, hingga sesi ketiga Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Jombang belum menerima laporan kendala teknis, baik gangguan server, jaringan internet, maupun pemadaman listrik di sekolah penyelenggara.

”Secara umum berjalan lancar, saya masih menginventarisir data dari teman-teman di lapangan terkait pelaksanaan hari ini,” pungkasnya. (wen/ang)

 

Editor : Achmad RW
hari pertama tka SMK Jombang SMA