Promosi Kepala Sekolah SD-SMP di Jombang Lagi Dikaji, Disdikbud: Kami Pertimbangkan Domisili

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:15 WIB
Ilustrasi jabatan kepala sekolah kosong
Ilustrasi jabatan kepala sekolah kosong

RadarJombang.id — Pengisian jabatan kepala sekolah di Kabupaten Jombang tidak akan semata-mata berdasarkan daftar kekosongan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga mempertimbangkan wilayah dan domisili calon dalam menentukan penempatan.

’’Nanti ada penempatan berdasarkan zona tempat tinggal atau domisili,’’ kata Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Sekolah Dasar Disdikbud Jombang, Heri Mujiono, kemarin.

Pemetaan tersebut diperlukan agar penempatan kepala sekolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Baca Juga: 80 BCKS Lolos Seleksi Substansi, Disdikbud Jombang Siapkan Pengisian 33 Kepala Sekolah

Dia mencontohkan, apabila sebagian besar bakal calon kepala sekolah (BCKS) yang memenuhi syarat berasal dari wilayah tengah atau kawasan kota, sementara kekosongan kepala sekolah berada di wilayah ujung seperti Wonosalam atau Plandaan, penempatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Pertimbangan domisili juga membuka peluang bagi calon yang berasal dari wilayah setempat untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan sekolah di daerahnya.

’’Makanya kami memberikan peluang kepada putra daerah untuk bisa membawa wilayahnya maju. Dari mereka untuk mereka dan itu akan lebih efektif,’’ jelasnya.

Baca Juga: Waduh! Baru 2 Bulan Diresmikan, Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambruk Hingga Timpa Kepala Siswa

Kendati demikian, mekanisme penempatan masih menunggu proses pemetaan kebutuhan kepala sekolah. Disdikbud terlebih dahulu akan melihat jumlah sekolah yang mengalami kekosongan dan kualifikasi calon yang tersedia.

Selain BCKS baru, proses tersebut juga berkaitan dengan penataan kepala sekolah yang sudah ada. Perbaikan data pada Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK) masih dilakukan sebelum proses penempatan dan mutasi dijalankan.

Karena itu, Heri belum dapat memastikan kapan promosi kepala sekolah akan dilakukan. Termasuk kemungkinan adanya gerbong mutasi kepala sekolah, yang menurutnya masih menunggu proses pada sistem tersebut.

’’Masih belum bisa dipastikan kapan akan pengisian, masih harus melakukan perbaikan pada sistem KSPKS,’’ ungkapnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang telah melakukan tahapan seleksi calon kepala sekolah yang dilaksanakan sejak awal Agustus. Ada 80 peserta yang dinyatakan lolos dan mengikuti pendidikan.  Rinciannya, jenjang lima BCKS TK, 73 BCKS SD, dan dua BCKS SMP.

Hingga September masih terdapat 40 sekolah yang kepala sekolahnya dijabat pelaksana tugas (Plt). Rinciannya, delapan TK, enam SMP, dan 26 SD. (wen/jif)

Editor : Achmad RW
pertimbangan domisili Jombang seleksi kepala sekolah