UNUSA Hidupkan Kembali Pasar Wisata Kragan lewat Penguatan UMKM dan Tata Kelola  

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:16 WIB
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menghidupkan kembali Pasar Wisata Desa Kragan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo lewat pengabdian masyarakat.
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menghidupkan kembali Pasar Wisata Desa Kragan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo lewat pengabdian masyarakat.

 

Surabaya – Upaya Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menghidupkan kembali Pasar Wisata Desa Kragan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, mulai menunjukkan hasil.

 

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas), kampus tidak hanya membenahi wajah pasar, tetapi juga memperkuat pengelolaan dan kemampuan pelaku usaha di dalamnya.

 

Program yang berlangsung April hingga September 2026 itu dijalankan Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Digital UNUSA dengan pendekatan EcoHarmony.

Baca Juga: RSUD Jombang Meriahkan Porkab 2026, Usung Semangat Teamwork dan Pengabdian

Model tersebut memadukan penguatan ekonomi masyarakat, aspek sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pasar Wisata Desa Kragan sebelumnya dinilai belum berfungsi secara optimal. Aktivitas perdagangan dan kunjungan masyarakat relatif rendah.

 

Pengelolaan pasar juga belum tertata, sementara sebagian pelaku usaha masih menghadapi persoalan administrasi, pencatatan keuangan, pemasaran digital hingga pelayanan kepada konsumen.

 

Tim Pengmas UNUSA kemudian merancang intervensi yang tidak berhenti pada pembenahan fisik. Ketua Tim Pengmas, Dr. Nuzulul Fatimah, S.E., M.M., mengatakan keberlanjutan pasar sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelolanya.

 

“Revitalisasi pasar tidak hanya memperbaiki sarana fisik, tetapi juga memperkuat tata kelola dan kapasitas pelaku usaha agar pasar dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Nuzulul.

Baca Juga: Jejak Karier Kartiyono di PKB Jombang: Dari Kader Akar Rumput, Konsisten Meniti Pengabdian Rakyat Lewat Jalan Politik

Sejumlah kegiatan dilakukan secara bertahap. Tim memberikan sosialisasi dan pelatihan administrasi pasar, memperkenalkan sistem administrasi keuangan berbasis One Gate System, serta mendampingi pelaku UMKM dalam pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan sederhana.

 

Pelaku usaha juga mendapat penguatan pemasaran digital agar produk lokal memiliki saluran promosi yang lebih luas. Di sisi fisik, UNUSA turut mendorong pembangunan gapura dan penataan kawasan pasar.

 

Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kesiapan pengelola dalam menjalankan administrasi pasar. Pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan sederhana, dan penggunaan media digital untuk promosi juga meningkat.

 

Perubahan itu kemudian diarahkan untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang perjumpaan warga.

Pasar Wisata EcoHarmony mulai dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk lokal.

 

Pedagang kecil juga memperoleh ruang berjualan dengan fasilitas pasar yang lebih terjangkau, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak.

 

UNUSA tidak hanya mengandalkan aktivitas jual-beli untuk menarik pengunjung. Bersama pengelola pasar, kegiatan mingguan mulai dikembangkan untuk menciptakan alasan baru bagi masyarakat datang ke pasar.

 

Koordinator pasar, Ima, turut mendukung pengembangan kegiatan tersebut. Pasar diramaikan dengan live music, nonton bareng, serta berbagai aktivitas yang menyasar anak-anak dan remaja.

 

Dengan pola itu, pasar diupayakan tidak sekadar menjadi tempat pedagang menawarkan barang. Ruang tersebut dikembangkan sebagai tempat berkumpul, berinteraksi, sekaligus mengenalkan produk usaha masyarakat desa.

 

Pendekatan EcoHarmony juga memasukkan persoalan lingkungan ke dalam program. Pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan kepada masyarakat.

 

Sampah pasar didorong untuk dipilah, didaur ulang, dan dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan maupun pupuk kompos.

Pelibatan masyarakat dilakukan sejak penyusunan rencana hingga evaluasi.

 

Program tersebut melibatkan Pemerintah Desa Kragan, BUMDes, pengelola pasar, pelaku UMKM, dosen, serta mahasiswa UNUSA. Bagi tim Pengmas, keterlibatan berbagai unsur menjadi salah satu kunci agar revitalisasi tidak berhenti ketika program kampus berakhir.

 

Masyarakat didorong untuk memiliki kemampuan mengelola pasar secara mandiri. Program ini juga menjadi bagian dari hilirisasi hasil penelitian UNUSA.

 

Pendampingan lanjutan disiapkan melalui penguatan administrasi digital, promosi melalui media sosial, penyelenggaraan pasar wisata secara berkala, serta evaluasi terhadap perkembangan kegiatan ekonomi di dalamnya.

 

Model EcoHarmony yang diterapkan di Desa Kragan selanjutnya diarahkan untuk dapat dikembangkan di wilayah lain dengan menyesuaikan karakter dan kebutuhan masing-masing desa.

 

“Melalui program tersebut, UNUSA berupaya menempatkan revitalisasi pasar sebagai proses yang lebih luas: memperbaiki ruang fisik, meningkatkan kapasitas pengelola dan UMKM, menghidupkan interaksi warga, sekaligus memasukkan pengelolaan lingkungan ke dalam aktivitas ekonomi desa,” pungkas Nuzulul. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
unusa wisata Jombang Pengabdian masyarakat