JOMBANG – Sebanyak 350 siswa SMK di Kabupaten Jombang tidak mendaftarkan diri sebagai peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Selain itu, terdapat satu SMK swasta yang tidak memiliki calon peserta TKA karena belum mempunyai rombongan belajar (rombel) kelas XII.
’’Keputusan untuk mengikuti TKA pada akhirnya kembali kepada minat dan pilihan masing-masing siswa,’’ kata Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Siti Qomariyah, (29/9).
TKA bersifat opsional sehingga keputusan mengikuti tes dikembalikan kepada masing-masing siswa.
Meski demikian, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan mendorong sekolah untuk memberikan penjelasan sekaligus memfasilitasi siswa yang berminat mengikuti TKA.
’’Salah satu pertimbangan siswa tidak mengikuti TKA berkaitan dengan rencana setelah lulus SMK,’’ ucapnya.
Sebagian lulusan SMK memilih langsung memasuki dunia kerja atau industri sehingga tidak berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang memerlukan hasil TKA.
Baca Juga: Dikarenakan Sakit Hingga Mutasi Sekolah, 150 Siswa MA di Jombang Putuskan Tak Ikut TKA
’’Jumlah siswa yang tidak mendaftar tidak serta-merta menunjukkan sekolah tidak memfasilitasi pelaksanaan TKA,’’ terangnya.
Sementara itu, kepesertaan SMA/MA cukup tinggi.
Dalam laman tka.kemendikdasmen.go.id disebutkan, hanya ada 161 siswa dari 14.722 siswa yang tidak ikut TKA. 150 di antaranya berasal dari MA. Sedangkan 16 lainnya dari jenjang SMA.
’’Terdapat sejumlah siswa SMA yang tidak mengikuti TKA karena sakit maupun memilih tidak mengikuti tes karena tidak berencana melanjutkan ke perguruan tinggi,’’ kata Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Nur Anas.
Sejatinya semua siswa didorong ikut karena TKA menjadi salah satu tolok ukur kemampuan secara nasional. Namun tetap tak bisa dipaksakan.
’’Kalau siswa sakit dan membuat surat pernyataan tidak mau ikut TKA, tentu tidak bisa dipaksa,’’ jelasnya.
Untuk jenjang SLB, siswa yang ikut TKA minim. Hanya 22 dari 65 siswa. Satuan pendidikan yang ikut TKA hanya 12 dari 16 sekolah.
TKA dapat diikuti siswa berkebutuhan khusus, tetapi soal yang diberikan bersifat umum dan belum disesuaikan berdasarkan jenis kebutuhan khusus siswa.
Baca Juga: Dikarenakan Sakit Hingga Mutasi Sekolah, 150 Siswa MA di Jombang Putuskan Tak Ikut TKA
’’Kekhususannya lebih pada pendampingannya nanti, bukan pada soalnya,’’ terangnya.
Sekolah lebih memahami kondisi dan kemampuan masing-masing peserta didik. Termasuk siswa tunarungu, tunawicara maupun tunagrahita.
Karena itu, terdapat siswa atau lembaga SLB yang tidak mengikuti TKA karena dinilai belum memungkinkan untuk mengerjakan soal yang diberikan. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto