JOMBANG — Pengisian jabatan kepala sekolah di Kabupaten Jombang masih menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang.
Hingga September masih terdapat 40 sekolah yang kepala sekolahnya dijabat pelaksana tugas (Plt).
’’Sekolah yang dipimpim Plt masih 40. Delapan TK, enam SMP, dan 26 SD,’’ kata Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Sekolah Dasar Disdikbud Jombang, Heri Mujiono, kemarin.
Jumlah tersebut termasuk kepala SDN Kedungrejo Kecamatan Megaluh yang meninggal dunia menjelang akhir September.
Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah ke depan. Disdikbud akan melihat terlebih dahulu sekolah mana saja yang memang mengalami kekosongan kepala sekolah.
sBaca Juga: Selamat! SMPN 3 Peterongan dan SMPN 1 Mojowarno Juara Popkab Basket 2026
Keberadaan bakal calon kepala sekolah (BCKS) yang telah mengikuti proses seleksi menjadi salah satu sumber untuk mengisi kekosongan. Namun, seluruh posisi Plt tidak serta merta akan langsung diisi oleh BCKS yang baru lolos.
Sebab, masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan. Termasuk pembaruan data pada sistem Sistem Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPKS) dan proses penataan kepala sekolah. ’’Yang perlu diisi memang ada. Tapi tidak mutlak akan mengisi kursi itu,’’ jelasnya.
Selain mempertimbangkan kebutuhan sekolah, penempatan calon kepala sekolah juga akan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan domisili calon.
Karena itu, Disdikbud belum bisa memastikan kapan seluruh posisi Plt tersebut akan terisi. Penempatan baru dilakukan setelah pemetaan kebutuhan dan data calon kepala sekolah selesai.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang telah melakukan tahapan seleksi calon kepala sekolah yang dilaksanakan sejak awal Agustus.
Ada 80 peserta dinyatakan lolos seleksi subtansi. Rinciannya, lima TK, 73 SD, dan dua SMP.
Saat ini mereka mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan mulai 21-30 September. Tidak hanya mendapatkan pembekalan melalui teori. Mereka juga menjalani proses mentoring dengan belajar secara langsung di sekolah yang dinilai memiliki tata kelola baik. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto