RadarJombang.id - Kondisi perpustakaan SMPN 2 Perak di Jalan Raya Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Jombang, masih porak-poranda setelah terbakar Jumat (25/9) malam.
Pantauan di lokasi, Sabtu (26/9) pagi, bagian atap ruang perpustakaan nyaris seluruhnya runtuh. Sejumlah buku dan berkas terlihat berserakan di lantai. Rak-rak buku serta rangka atap juga tampak hangus dan roboh.
Bagian dalam ruangan menghitam akibat terbakar, sementara beberapa peralatan dan material bangunan masih berserakan di antara puing-puing. Sebuah garis polisi, juga masih terpasang di depan ruangan itu.
Baca Juga: SMPN 2 Perak Jombang Terbakar, Ruang BK dan Perpustakaan Ludes
Kepala SMPN 2 Perak Abdul Rohman mengatakan, kebakaran melanda ruang perpustakaan dan salah satu bagian ruang Bimbingan Konseling (BK).
“Ini ruangan perpustakaan dan ruang Bimbingan Konseling (BK),” kata Abdul Rohman saat ditemui Sabtu pagi.
Menurutnya, sejumlah koleksi perpustakaan ikut terbakar. Buku yang terdampak di antaranya buku pelajaran lama, buku literasi, hingga bahan bacaan tambahan untuk siswa.
Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga di Sidokaton Jombang Ludes Terbakar
Namun, kebakaran tidak sampai menghanguskan buku pelajaran utama yang digunakan siswa pada tahun ajaran ini. Sebab, buku tersebut sudah lebih dahulu dibagikan kepada masing-masing siswa.
“Buku anak-anak yang buku pelajaran tahun ini sudah dibagikan ke anak-anak. Cuma ada catatan yang ada di sana terbakar,” ujarnya.
Selain buku, sejumlah catatan administrasi juga ikut terdampak. Di antaranya buku peminjaman serta catatan yang berkaitan dengan data siswa. “Kayak buku pinjaman anak, buku-buku apa saja di situ, termasuk data-data anak,” jelasnya.
Abdul Rohman memastikan kondisi tersebut sejauh ini tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sebab, buku pelajaran utama yang digunakan siswa sudah berada di masing-masing siswa.
Meski begitu, perpustakaan selama ini tetap digunakan untuk menunjang kegiatan belajar. Siswa biasa datang untuk mengambil buku bacaan maupun bahan tambahan pembelajaran. “Perpustakaan setiap hari digunakan. Anak-anak mengambil buku-buku,” katanya.
Untuk sementara, sekolah belum memiliki ruangan pengganti untuk perpustakaan. Sementara layanan BK masih bisa dipindahkan ke ruangan lain yang tersedia di sekolah. “Kalau BK masih ada ruangan. Kalau perpustakaan belum ada gantinya,” ungkap Abdul Rohman.
Dia menjelaskan, ruang BK di SMPN 2 Perak sebenarnya terbagi menjadi dua bagian. Ruang yang terbakar merupakan bagian tambahan di belakang, sedangkan bagian depan masih bisa digunakan. Sementara ruang perpustakaan yang terbakar juga selama ini dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan atau gudang perpustakaan. (riz)
Editor : Achmad RW