Pemkab Jombang Segera Bangun 13 Huntap Korban Longsor Wonosalam, Anggaran Rp2 M Disiapkan

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 07:12 WIB
RUMAH SEMENTARA: Deretan hunian sementara di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam yang ditempati warga terdampak longsor k
RUMAH SEMENTARA: Deretan hunian sementara di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam yang ditempati warga terdampak longsor k

 

JOMBANG – Pemkab Jombang menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban longsor di Kecamatan Wonosalam.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang mengajukan anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih dalam APBD 2027 untuk membangun 13 unit rumah bagi warga terdampak.

Kepala Dinas Perkim Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti melalui Kepala Bidang Perumahan Wahyu Budi Utomo mengatakan, usulan anggaran tersebut sudah diajukan untuk masuk dalam APBD 2027.

Namun, realisasinya masih menunggu keputusan dalam pembahasan APBD. ”Untuk 2027 itu yang kami ajukan sekitar Rp 2 sekian miliar,” katanya.

Baca Juga: DPRD Jombang Sidak Proyek SDN Jarak I yang Bermasalah, Temukan Pekerjaan Molor

Anggaran tersebut direncanakan untuk membangun 13 unit rumah bagi korban longsor awal di Kecamatan Wonosalam. ”Rencana untuk 13 unit rumah. Sementara untuk korban longsor yang awal,” imbuhnya.

Wahyu menegaskan, usulan pembangunan huntap sudah disampaikan. Selanjutnya, pemerintah daerah masih menunggu keputusan mengenai anggaran yang akan ditetapkan.

Baca Juga: Setelah Menunggu Lama, Pembangunan Huntap Korban Longsor di Wonosalam Jombang Mulai Dipersiapkan

 ”Yang jelas sudah kami ajukan. Tinggal nanti keputusannya,” katanya.

Rencana pembangunan huntap tersebut berkaitan dengan bencana lonsgsor di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Kecamatan Wonosalam, 7 Februari 2024. Bencana itu merusak belasan rumah warga. Sebanyak 36 jiwa dari 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka dinilai sudah tidak aman.

Sebagai penanganan awal, Pemkab Jombang menyediakan hunian sementara (huntara) melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Huntara disiapkan sembari pemerintah daerah menyiapkan hunian tetap bagi warga terdampak.

Namun, bencana kembali terjadi di wilayah tersebut pada Januari 2025. Longsor kembali merusak rumah warga dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Warga yang tinggal di zona merah kemudian direlokasi dan hingga kini menempati huntara yang disediakan Pemkab Jombang. Pada musibah kedua ini, jumlah warga yang direlokasi mencapai sekitar 28 kepala keluarga. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
huntap Jombang korban longsor Wonosalam