JOMBANG — Pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan tahap pertama di delapan sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Jombang terus berjalan.
Progres pekerjaan di seluruh sekolah penerima program kini telah mencapai lebih dari 50 persen.
’’Capaian progres 50 persen menjadi dasar sekolah untuk mengajukan pencairan termin kedua,’’ kata Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Ahmad Jalaluddin.
Sebelumnya, sekolah telah menerima pencairan termin pertama sebesar 70 persen dari nilai anggaran. ’’Setelah progres mencapai 50 persen, bisa mengajukan termin kedua. Pembayaran sisanya sebesar 30 persen,’’ terangnya.
Saat ini delapan sekolah sudah mulai mengerjakan tahapan pekerjaan lanjutan setelah pengajuan termin kedua. Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci apakah seluruh sekolah telah menerima pencairan termin kedua.
Baca Juga: Tiga Warga Bulurejo Jombang Jadi Korban KM Virgo Transport 8: Dua Selamat, Satu Masih Hilang
Sebab, Disdikbud Jombang dalam program berperan memfasilitasi proses. Sedangkan pencairan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Hingga kini, sekolah juga belum memberikan laporan secara langsung kepada dinas terkait kepastian pencairan.
’Saya tidak tahu apakah termin duanya sudah cair atau belum. Karena Dinas Pendidikan hanya fasilitasi saja. Cairnya langsung ke sekolah,’’ jelasnya. Dinas baru tahu setelah sekolah memberi kabar.
Delapan sekolah yang melaksanakan revitalisasi tahap pertama mendapatkan alokasi anggaran berbeda. SDN Brambang Rp 1,1 miliar. SDN Wonosalam 5 Rp 967,5 juta. SDN Sukoiber 1 Kecamatan Gudo Rp 822,08 juta.
SDN Sumberjo 3 Kecamatan Wonosalam Rp 753 juta. SDN Wangkal Kepuh Kecamatan Gudo Rp 692,42 juta. SDN Mlaras Kecamatan Sumobito Rp 653,64 juta. SDN Ngudirejo 1 Kecamatan Diwek Rp 536,4 juta. Serta SDN Kudubanjar 2 Kecamatan Kudu Rp 348,4 juta.
Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Brambang, Kecamatan Diwek, Rabu (2/9) pagi.
Monitoring dilakukan untuk memastikan program revitalisasi berjalan sesuai rencana, ketentuan, serta jadwal yang telah ditetapkan. Peninjauan sekaligus menjadi upaya Pemkab Jombang memastikan bantuan pemerintah dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam monitoring tersebut, Wor meninjau perkembangan pekerjaan di lingkungan sekolah. ’’Kita memantau pelaksanaan pembangunan di lapangan sekaligus memastikan pekerjaan memperhatikan aspek kualitas, ketepatan waktu, serta pemanfaatan anggaran sesuai peruntukannya,’’ kata Wor Windari.
Program revitalisasi di SDN Brambang diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah. Tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan belajar peserta didik.
Dengan sarana dan prasarana yang lebih aman, nyaman, dan layak, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Pemkab Jombang melalui Disdikbud juga berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap intervensi pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah, guru, maupun peserta didik.
’’Revitalisasi menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan melalui penyediaan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto