JOMBANG – Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/SMK akan ditutup pada 27 September.
Sampai kemarin jumlah siswa di Jombang yang daftar sudah mendekati seratus persen.
’’Siswa yang daftar TKA sudah 88 persen,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, kemarin.
Cabang Dinas optimistis angka itu masih bisa bertambah.
’’Angka itu terus bertambah karena masih proses pendaftaran. Kita berharap semua siswa kelas 12 ikut TKA,’’ kata Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Nur Anas.
Dari 269 SLTA di Jombang, 208 telah mendaftar.
Dari total 25.396 siswa, yang sudah daftar mencapai 22.545 siswa.
’’208 sekolah yang telah mendaftar menyatakan siap menjalani TKA mandiri, tidak ada yang menumpang,’’ terangnya.
Cabang Dinas memastikan kesiapan sarana dan prasarana sekolah untuk pelaksanaan TKA. Sekolah negeri maupun swasta dinilai telah memiliki kesiapan yang cukup untuk menyelenggarakan TKA secara mandiri.
Baca Juga: Skema TKA Jenjang SMA di Jombang 2026 Tak Berubah, Siswa Wajib Pilih 2 dari 19 Mata Pelajaran
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan TKA sebelumnya, tidak ditemukan persoalan berarti terkait kesiapan sarana sekolah.
Kondisi fasilitas masing-masing sekolah memang berbeda. Ada sekolah yang memiliki fasilitas cukup lengkap, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan perhatian. Namun, sekolah dinilai mampu melakukan penyesuaian agar pelaksanaan TKA tetap berjalan.
’’Ada sekolah yang fasilitasnya cukup, ada yang bagus, ada juga yang mungkin butuh perhatian lebih. Tetapi teman-teman bisa menyiapkan dengan kreatif agar lebih bagus,’’ urai Eko.
Pengalaman pelaksanaan TKA sebelumnya menjadi salah satu acuan dalam mempersiapkan pelaksanaan tahun ini. Bahkan, pada pelaksanaan sebelumnya, tidak ada sekolah di wilayahnya yang harus menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan TKA.
Untuk tahun ini pun, ia optimistis seluruh sekolah dapat menyelenggarakan TKA di satuan pendidikan masing-masing.
Kesiapan tidak terlepas dari semakin mudahnya sekolah mempersiapkan perangkat pendukung, terutama laptop dan jaringan internet. Eko menilai, guru-guru dan tenaga pendidik, terutama generasi muda di sekolah, sudah cukup terbiasa melakukan berbagai persiapan berbasis teknologi.
’’Untuk laptop dan jaringan sekarang lebih mudah disiapkan sendiri teman-teman. Guru-guru muda sekarang sudah oke,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto