JOMBANG – Pemeliharaan SDN Jarak 1, Kecamatan Jogoroto, mulai dikerjakan. Perbaikan mencakup instalasi listrik, penataan atap, penguatan bagian pojok bangunan, serta pengecatan ulang.
’’Sudah dikerjakan mulai pekan kemarin. Ada perbaikan kelistrikan, atap yang kurang pas juga dibenahi,’’ kata Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Ahmad Jalaluddin, kemarin.
Perbaikan dilakukan setelah pihak sekolah menyampaikan sejumlah bagian yang masih perlu dibenahi.
Penataan atap dilakukan dengan menyesuaikan ketinggian bangunan baru dan bangunan lama. Beberapa bagian yang belum rapi juga dirapikan.
Termasuk instalasi listrik yang sebelumnya tidak dilakukan. Hanya saja, untuk instalasi listrik, menggunakan kabel dan peralatan yang dibeli sendiri oleh sekolah.
Baca Juga: Disdikbud Jombang Turun Tangan, Gegara Rehab SDN Jarak 1 Dikeluhkan hingga Listrik Belum Terpasang
’’Untuk instalasi listrik memang ada di RAB (Rencana Anggaran dan Biaya), menggunakan kabel dan lampu lama, jadi alat-alatnya dari sekolah, tapi yang mengerjakan penyedia,’’ jelasnya. Pengecatan bagian dalam turut diulang karena hasil sebelumnya dinilai kurang terang.
Jalaluddin memperkirakan seluruh pekerjaan dapat rampung dalam tiga hingga empat hari ke depan. Untuk sementara, SDN Jarak 1 menjadi satu-satunya sekolah yang mendapat pemeliharaan lanjutan. Sebanyak 19 sekolah lain dalam program sebelumnya sudah tuntas pada bulan lalu.
Kepala SDN Jarak 1, Luluk Zuliatin, membenarkan pekerjaan sudah berjalan. Perbaikan meliputi bagian pojok bangunan, plamir dan pengecatan, sambungan sisi selatan, instalasi listrik, serta penguatan bagian belakang kelas.
’’Yang pojok masih proses, listrik juga belum selesai. Ruang kelas yang belum dicat dijanjikan ikut dicat semua,’’ kata Luluk.
Karena bangunan lama dan baru tingginya disamakan, siswa yang belajar sementara dialihkan ke musala sekolah. ’’Semua siswa masuk, tidak ada sif, karena anak-anak sudah terlalu lama tidak efektif akibat proyek,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto