JOMBANG – Maraknya kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di Jombang mendapat perhatian dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jombang.
IDAI mendorong evaluasi pelaksanaan program MBG terutama menyangkut keamanan pangan hingga prosedur distribusi makanan.
Anggota IDAI Jombang dr. Ahmad Mahfur mengatakan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Menurut dia, prosedur penyediaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dalam program MBG wajib dilakukan sesuai standar keamanan pangan.
Hal itu penting untuk mencegah kontaminasi kuman maupun zat berbahaya lainnya.
”Prosedur penyediaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan wajib sesuai dengan standar keamanan pangan untuk mencegah kontaminasi kuman dan zat berbahaya lainnya,” ujarnya.
Selain itu, pengawasan dan monitoring terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga perlu diperketat.
Pengawasan tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh tahapan pengelolaan makanan berjalan sesuai prosedur.
dr. Mahfur juga mendorong keterlibatan sekolah dalam memastikan makanan yang diterima anak dalam kondisi layak konsumsi.
Baca Juga: Buntut Keracunan Massal Hingga Temuan Ulat di Program Makan Bergizi Gratis, DPRD Semprot Satgas MBG
Guru, petugas UKS, maupun siswa dapat diberdayakan untuk melakukan pemeriksaan sederhana sebelum makanan dikonsumsi.
Pemeriksaan tersebut bisa mencakup kondisi kemasan, bau, hingga penampakan makanan.
Jika ditemukan kondisi yang tidak normal, makanan tersebut tidak boleh dipaksakan untuk dikonsumsi.
”Misalnya kondisi kemasan, bau dan penampakan yang tidak normal.
Jika ada kelainan, makanan tidak boleh dipaksakan untuk dikonsumsi,” jelas dokter spesialis anak RSUD Jombang ini.
Menurut dia, penanganan terhadap anak yang mengalami dugaan keracunan juga harus menjadi perhatian.
Kondisi anak perlu dipastikan pulih dan kembali sehat setelah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.
Tak kalah penting, kata dia, diperlukan sistem respons cepat ketika muncul dugaan keracunan makanan.
Jika ditemukan beberapa anak mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang sama, kondisi tersebut perlu segera dicurigai sebagai kejadian keracunan makanan.
”Jangan menunggu jumlah korban bertambah.
Baca Juga: Parah! Ada Ulat Hidup di Menu MBG Siswa SMAN di Jombang, Begini Kata Kepala Sekolah
Segera laporkan dan hentikan sementara distribusi atau konsumsi makanan yang dicurigai,” tegasnya.
Selanjutnya, perlu dilakukan koordinasi cepat dengan puskesmas, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit.
Langkah tersebut diperlukan untuk menangani korban sekaligus melakukan investigasi lebih lanjut guna mengidentifikasi sumber serta penyebab kejadian. (ang)
Editor : Anggi Fridianto