Penjahit Tak Siap, Deadline Proyek Seragam Gratis di Jombang Diperpanjang Hingga Akhir September

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:36 WIB
Koordinator penjahit di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang melakukan packing seragam yang sudah selesai dijahit, (3/9).
Koordinator penjahit di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang melakukan packing seragam yang sudah selesai dijahit, (3/9).

RadarJombang.id — Batas waktu penyelesaian program seragam gratis bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang diperpanjang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang semula menargetkan seluruh pengerjaan rampung pada 20 September. Namun, deadline tersebut kini dimundurkan 30 September.

’’Perpanjangan waktu diberikan karena proses pengerjaan seragam oleh penjahit membutuhkan waktu lebih panjang,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Rhendra Kusuma, kemarin.

Baca Juga: Pengerjaan Seragam Gratis Siswa SD di Jombang Belum Rampung, Ini Kendalanya

Kontrak dengan para penjahit telah berjalan sejak Juli. Namun bahan kain saat itu belum seluruhnya datang. Kain baru tiba seluruhnya pada akhir Juli hingga awal Agustus.

Proses penjahitan saat ini terus dikebut. Pengerjaan seragam secara keseluruhan telah mendekati 80 persen. ’’Sekarang pengerjaannya sudah di atas 75 persen mendekati 80 persen,’’ jelasnya.

Setelah seluruh proses jahit rampung, seragam tidak perlu dikumpulkan terlebih dahulu di kantor Disdikbud. Penjahit akan mendistribusikan langsung hasil pengerjaan ke sekolah penerima. ’’Nanti dari penjahit langsung ke sekolah, tidak perlu ke dinas,’’ terangnya.

Baca Juga: Seragam Gratis Mulai Dijahit, DPRD Jombang Warning Disdikbud Awasi Kualitas Jahitan

Penyerahan seragam secara simbolis nantinya dilakukan setelah seluruh pengerjaan selesai. Namun, lokasi penyerahan tersebut masih belum ditentukan.

’’Menunggu yang lain semua selesai dulu, baru diserahkan secara simbolis oleh kepala dinas,’’ ucapnya.

Tahun ini, siswa akan memperoleh dua setel seragam gratis. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.

Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI.

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. (wen/jif)

 

Editor : Achmad RW
proyek seragam gratis Penjahit Jombang Deadline