Gebyar Literasi Numerasi Kesetaraan 2026 Digelar di Jombang, 26 PKBM dan SKB Pamerkan Karya Peserta

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB
SETARA: Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, interaksi bersama siswa pendidikan kesetaraan di halaman Disdikbud, Rabu (9/9).
SETARA: Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, interaksi bersama siswa pendidikan kesetaraan di halaman Disdikbud, Rabu (9/9).

 

JOMBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Kesetaraan 2026, Rabu (9/9).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Disdikbud Jombang tersebut menjadi ruang bagi peserta didik pendidikan kesetaraan untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan, hingga potensi seni yang dimiliki.

’’Ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar, berbagi pengalaman, berkarya, berkreasi, dan menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Jombang. Maria Ulfah SHut MM.

Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Namun juga memberikan ruang apresiasi sekaligus mendorong kepercayaan diri, kreativitas, dan kemandirian peserta didik pendidikan kesetaraan.

 

’’Pendidikan kesetaraan memiliki ekosistem yang berbeda dengan pendidikan formal,’’  ucapnya.

Karena itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi terhadap semangat peserta didik yang tetap belajar dan mengembangkan potensinya melalui jalur pendidikan kesetaraan.

Gebyar tersebut diikuti 26 satuan pendidikan kesetaraan. Terdiri dari dua Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 24 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Jombang.

Selain kegiatan sarasehan, peserta juga memamerkan berbagai hasil karya dan produk keterampilan maupun vokasional. Total terdapat 30 stan pameran. Rinciannya, 26 stan dari SKB dan PKBM. Serta empat stan dari mitra pendidikan.

Baca Juga: Disdikbud Jombang Tegaskan Pendidikan Kesetaraan Tak Cukup Kejar Ijazah, Ini Pesan Kadis P dan K

Empat mitra tersebut meliputi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI). Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Serta Pusat Kegiatan Gugus (PKG).

 

’’Tiap stan menampilkan produk yang dihasilkan peserta didik. Kehadiran IGTKI, Himpaudi, LKP, dan PKG sebagai mitra juga memperkuat jejaring dan sinergi antar lembaga dalam mendukung pengembangan pendidikan di Kabupaten Jombang,’’ jelasnya.

Tak hanya pameran, kegiatan juga diisi sarasehan menghadirkan dua narasumber.

Praktisi pendidikan sekaligus dosen dari Magelang, Juli Rohmat MPd. Serta Diah Wahyuningsih SPd SD dari Sanggar Tari Talenta Dance.

Sarasehan tersebut memberikan penguatan wawasan pendidikan sekaligus mendorong kreativitas, seni, ekspresi, serta apresiasi terhadap seni dan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan 26 penampilan seni yang seluruhnya melibatkan peserta didik SKB dan PKBM se-Kabupaten Jombang.

Pentas seni tersebut menjadi wadah pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta didik untuk berani tampil dan mengomunikasikan potensi yang dimiliki.

Selain itu, panitia memberikan penghargaan dalam tiga kategori. Yakni Life Skill Digital Marketing, Pentas Seni, serta Pameran Stan Hasil Karya.

Pada tiap kategori ditetapkan juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3. Juara pertama memperoleh sertifikat dan uang pembinaan Rp 1 juta. Juara kedua Rp 750 ribu, dan juara ketiga Rp 500 ribu. Sementara juara harapan mendapatkan sertifikat penghargaan.

Maria menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk menentukan peserta terbaik.

Lebih dari itu, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, kerja keras, dan keberanian peserta didik dalam berkarya.

’’Kita mencoba mengapresiasi semangat anak-anak kita yang belajar di pendidikan kesetaraan,’’ tegasnya.

Kegiatan tahun ini merupakan penggabungan tiga agenda dalam satu event. Meski demikian, substansi, tujuan, output, dan outcome kegiatan tetap diupayakan tercapai. ’’Dengan menyatukan tiga momen kegiatan dalam satu event, maksud, tujuan, output, dan outcome-nya tetap bisa tercapai dengan baik,’’ tegasnya. (wen/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
PKBM Jombang Literasi Numerasi Jombang Festival Literasi Jombang Pendidikan kesetaraan disdikbud jombang