Disdikbud Jombang Tegaskan Pendidikan Kesetaraan Tak Cukup Kejar Ijazah, Ini Pesan Kadis P dan K

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:12 WIB
1.	Wor Windari, Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang
TELADAN: Wor Windari, Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang

 

JOMBANG - Pendidikan kesetaraan di Kabupaten Jombang didorong tidak hanya berorientasi pada perolehan ijazah.

Peserta didik Paket A, Paket B, dan Paket C juga perlu dibekali keterampilan, karakter, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.

 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Wor Windari MSi, saat membuka Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Pendidikan Kesetaraan 2026 di halaman Disdikbud Jombang, Rabu (9/9).

’’Pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat yang belum memperoleh atau belum menyelesaikan pendidikan formal,’’ terangnya.

Keberhasilan pendidikan kesetaraan tidak cukup hanya dilihat dari pencapaian ijazah. Lebih jauh, proses pembelajaran harus mampu membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

’’Pendidikan kesetaraan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian ijazah, tetapi harus mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,’’ terangnya.

Baca Juga: Ngaji di Madrasatul Qur’an Putri Tebuireng Jombang, Ning Fida Ingatkan Memahami Kebebasan Wanita

Karena itu, literasi dan numerasi menjadi kemampuan fundamental yang perlu terus diperkuat. Wor menjelaskan, literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Lebih dari itu, keduanya berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

’’Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, keduanya merupakan kecakapan untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,’’ jelasnya.

Festival Literasi dan Numerasi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan di Jombang. Apalagi, kegiatan tidak hanya menghadirkan sarasehan, tetapi juga pameran hasil karya dan pentas seni peserta didik dari SKB dan PKBM se-Kabupaten Jombang.

Menurut Wor, pameran menjadi bukti proses pembelajaran di pendidikan kesetaraan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Peserta didik juga mendapat kesempatan untuk berkreasi, berinovasi, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat.

Baca Juga: Dikawal Anggota DPR RI, Perum Bulog Salurkan Beras Bantuan Pangan di Desa Bareng Jombang

’’Peserta didik diberikan kesempatan untuk berkreasi, berinovasi, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat,’’ katanya.

Karya dan penampilan warga belajar pendidikan kesetaraan disaksikan langsung Kepala Disdikbud, Wor Windari, bersama Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Maria Ulfah. Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Supartini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Eko Sisprihantono. Kepala Bidang Pembinaan SD, Rhendra Kusuma. Serta Bidang Kebudayaan, Anom Antono. Serta seluruh tamu undangan yang hadir.

Wor menegaskan, penampilan peserta didik bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari proses pendidikan. Melalui pentas seni, peserta didik dilatih membangun kepercayaan diri, keberanian tampil di depan publik, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, sekaligus kecintaan terhadap seni dan budaya.

Wor berharap seluruh peserta didik pendidikan kesetaraan memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan potensi terbaik. Dia juga menekankan agar kegiatan serupa tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

’’Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Apa yang kita lakukan hari ini harus menjadi awal dari gerakan yang berkelanjutan,’’ tegasnya. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
Literasi Numerasi Jombang Pendidikan Kesetaraan Jombang Paket A B C pendidikan jombang disdikbud jombang