Disdikbud Jombang Turun Tangan, Gegara Rehab SDN Jarak 1 Dikeluhkan hingga Listrik Belum Terpasang

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 05:20 WIB
PERIKSA: Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Ahmad Jalaluddin bersama konsultan dan pemborong melakukan pengecekan ke SDN Jarak 1.
PERIKSA: Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Ahmad Jalaluddin bersama konsultan dan pemborong melakukan pengecekan ke SDN Jarak 1.

 

JOMBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang turun langsung memeriksa keluhan rehab di SDN Jarak 1 Kecamatan Jombang, Senin (7/9).

Pihaknya memastikan sejumlah kekurangan bakal diperbaiki.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Ahmad Jalaluddin, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi bersama pemborong dan konsultan untuk melakukan pengecekan.

Pihak dinas dan kontraktor telah meninjau langsung, titik mana saja yang masih menjadi kekurangan.

Saat ini, proses perbaikan masih dalam masa pemeliharaan pekerjaan.

”Ya, ini saya meluncur ke SDN Jarak 1 Kecamatan Jogoroto, ini sama pemborongnya, sama konsultannya.

Kita proses. Yang kurang-kurang itu memang akan kita perbaiki, karena masih masa pemeliharaan,” ujar Ahmad Jalaluddin.

Menurutnya, pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap pekerjaan yang belum sesuai atau belum terselesaikan.

Salah satunya berkaitan dengan instalasi kelistrikan. 

Baca Juga: Kabar Baik! 28 SD di Jombang Berpeluang Dapat Bantuan Revitalisasi dari Pemerintah Pusat, Ini Penjelasan Dinas P dan K

Jalal menjelaskan, material untuk kelistrikan sebenarnya telah tersedia, yaitu menggunakan material lama yang bakal digunakan kembali.

Namun, material berupa kabel tersebut sebelumnya disimpan salah seorang guru dan saat hendak dipasang belum dapat ditemukan atau belum bertemu dengan pihak yang menyimpannya.

”Yang belum dipasangkan sesuai dengan RAB itu hanya kelistrikan. Kemarin karena yang menyimpan belum ketemu, akhirnya belum dipasang,” jelasnya.

Dia menegaskan, pekerjaan tersebut tetap akan dilengkapi sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Pihaknya bersama pemborong dan konsultan akan melakukan mapping untuk memastikan bagian-bagian yang masih kurang dapat segera ditindaklanjuti.

”Yang kurang-kurang diperbaiki semua. Makanya ini kita mapping lagi,” katanya.

Sementara itu, terkait sekat pembatas antara dua ruang kelas yang masih terbuka, Jalal menyebut pemasangan sekat tersebut memang tidak tercantum dalam RAB pekerjaan.

Menurutnya, apabila hendak membuat sekat permanen menggunakan material seperti harmonika, kebutuhan anggarannya cukup besar.

Sementara anggaran program pembangunan daerah dengan sumber dana APBD yang tersedia terbatas.

”Memang tidak ada anggaran untuk penutupan. 

Nanti sama sekolah ditutup sendiri, biasanya pakai triplek atau apa,” terangnya.

Jalal menambahkan, penggunaan sekat harmonika sebenarnya dapat menjadi salah satu pilihan.

Namun, kebutuhan biayanya dinilai tidak mencukupi dengan anggaran yang tersedia.

”Kalau ada biasanya kita pakai harmonika. Tapi kalau harmonika itu anggarannya besar.

Baca Juga: Upaya Tingkatkan Layanan Perbankan, Bank Jatim Perkuat Sinergitas dengan Dinas P dan K Jombang Lewat Literasi Keuangan

Karena APBD anggarannya kecil, tidak mencukupi untuk dibuatkan sekat dari harmonika,” pungkasnya.

Sebelumnya hasil rehab di SDN Jarak 1 Kecamatan Jogoroto yang dikerjakan CV Patria Jaya Contractor sebagai kontraktor pelaksana, CV Pilar 17 sebagai konsultan perencana dan CV Fajar Gemintang Desain sebagai konsultan pengawas dengan nilai kontrak Rp 199,7 juta dikeluhkan.

Pengerjaan dinilai asal-asalan dan tidak rapih, ada bagian tembok yang tidak ditambal, jaringan listrik yang tidak diinstalasi, pembatas antar kelas yang tidak dipasang, plafon teras yang tidak rapih, hingga sambungan antara bangunan baru rehab dengan bangunan lama yang masih terdapat rongga, sehingga dikhawatirkan bakal menyebabkan kebocoran jika turun hujan.

”Kondisi setelah ditinggal tukang kotor sekali, tapi karena sudah dinyatakan selesai dan anak-anak sudah terlalu lama belajar dengan mode bergiliran, maka terpaksa kami bersihkan dan segera kami tempati,” singkat Kepala SDN Jarak 1, Luluk Zuliatin. **(wen/ang)**

Editor : Anggi Fridianto
Rehab Sekolah Jombang SDN Jarak 1 Jombang Rehab SDN Jarak 1 pendidikan jombang disdikbud jombang