JOMBANG – SMKN 2 Jombang meluncurkan inovasi baru Sistem Informasi Bursa Kerja dan Alumni (SiBerka).
Aplikasi berbasis artificial intelligence (AI) tersebut dirancang untuk meningkatkan keterserapan lulusan sekaligus memperkuat link and match antara kompetensi siswa dengan dunia industri.
Kepala SMKN 2 Jombang Amiroh mengatakan, SiBerka merupakan tindak lanjut program prioritas sekolah yang disusun berdasarkan Rapor Pendidikan. Sejumlah indikator terkait lulusan dan dunia kerja mengalami penurunan.
Penyerapan lulusan SMK turun dari 100 persen menjadi 82,14 persen atau berkurang 17,86 poin. Indikator link and match dengan dunia kerja turun dari 69 menjadi 65,79 atau berkurang 3,21 poin.
Sedangkan keselarasan bidang kerja lulusan turun dari 97,30 persen menjadi 82,87 persen atau berkurang 14,43 poin.
”Data itu menunjukkan tantangan sekolah bukan sakadar membantu lulusan bekerja, tapi memastikan pekerjaan itu sesuai dan link dengan kompetensi mereka, sehingga SiBerka ini sebuah inovasi, prioritasnya adalah keterserapan lulusan dan link and match dengan industri,” ujar Amiroh.
Baca Juga: SMKN 2 Jombang Cetak MUA Profesional dan Wirausaha, Ini Program Unggulannya
Melalui SiBerka, siswa akan memasukkan sejumlah data ke dalam sistem. Mulai profil, kompetensi hingga portofolio yang dimiliki.
Data tersebut kemudian diproses AI untuk memberikan rekomendasi pekerjaan yang dinilai sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
Tak hanya pekerjaan, sistem tersebut juga akan memberikan rekomendasi perusahaan yang berpotensi sesuai dengan profil dan kompetensi siswa.
Dengan begitu, lulusan diharapkan tidak sekadar mendapatkan pekerjaan, tetapi bekerja sesuai bidang keahliannya.
”Data profil siswa, kompetensi siswa, kemudian portofolio siswa nanti diproses AI.
Sistem akan merekomendasikan pekerjaan yang tepat untuk anak tersebut sekaligus perusahaan-perusahaan yang bisa dimasuki,” jelasnya.
Amiroh menambahkan, penerapan SiBerka akan langsung dilakukan setelah peluncuran.
Sekolah juga telah membentuk tim khusus dan menerbitkan surat keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan program tersebut.
Pengembangan SiBerka juga merupakan kelanjutan dari pemetaan data siswa yang sebelumnya dilakukan melalui aplikasi Si Budi.
Data yang telah terkumpul dari program sebelumnya akan dimanfaatkan kembali sehingga sekolah tidak perlu memulai pemetaan dari awal.
”Untuk pemetaan datanya sebenarnya sudah kita mulai sejak awal saya di sini, sekitar setahun lalu melalui aplikasi Si Budi.
Sekarang ada SiBerka, jadi keberlanjutannya ada. Data anak-anak sudah masuk sehingga tinggal ditambahkan sedikit dan bisa kita pakai AI untuk menghasilkan rekomendasi,” terangnya.
Baca Juga: 382 Siswa Baru SMKN Gudo Jombang Ikuti MPLS, Dibekali Karakter, Literasi Digital, dan Anti Bullying
Menurut Amiroh, penerapan SiBerka diharapkan berdampak pada peningkatan indikator keterserapan lulusan dalam rapor pendidikan SMKN 2 Jombang. Selain itu, program tersebut ditargetkan memperkuat hubungan antara sekolah dengan dunia kerja.
”Harapannya rapor pendidikan semakin naik, terutama indikator keterserapan lulusan dan link and match dengan dunia kerja. Kalau itu naik, berarti anak-anak banyak yang terserap industri sesuai kompetensinya,” tandasnya.
Ia menegaskan, kesesuaian kompetensi menjadi salah satu tujuan penting program tersebut. Lulusan tidak hanya diarahkan untuk segera bekerja, tetapi memperoleh pekerjaan yang relevan dengan keahlian yang mereka miliki. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto