Pembangunan Gedung Fisik Sekolah Rakyat di Jombang Rampung, Tapi KBM Masih Dibantu Guru Pemkab

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:34 WIB
BARU: Siswa beraktivitas di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jombang, Desa Tunggorono.
BARU: Siswa beraktivitas di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jombang, Desa Tunggorono.

 

JOMBANG – Pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, akhirnya rampung.

Saat ini, penyedia proyek bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan pengecekan akhir terhadap bangunan tersebut.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto mengatakan, secara umum pembangunan gedung telah selesai.

 Saat ini hanya tersisa sejumlah pekerjaan minor yang masih dalam proses penyelesaian. ”Secara keseluruhan sudah selesai, tinggal pekerjaan minor aja,” ujarnya, Jumat (4/9).

Dia menjelaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh bagian bangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

 Jika ditemukan bagian yang masih kurang sesuai, penyedia proyek akan langsung melakukan perbaikan.

Baca Juga: Rehabilitasi SMP di Jombang Hampir Rampung, Tinggal Satu Sekolah Belum Tuntas

 ”Jadi untuk pembangunan gedung sudah selesai, sekarang tinggal pengecekan saja. Jika ada yang kurang sesuai langsung ditangani. Tapi secara umum sudah selesai semua,” jelasnya.

Ia memerinci total ada 24 bangunan yang telah dikerjakan. Dengan rincian, tiga gedung sekolah, tiga ruang makan, delapan asrama, satu gedung serbaguna, satu masjid, satu ruang ibadah, dua rumah susun, dua guest house dan pos satpam, TPS hingga rumah ponpa.

”Itu secara keseluruhan sudah rampung,’’ papar dia. 

Meski pembangunan gedung telah rampung, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di SR Terintegrasi 1 Jombang diakui masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Pihak sekolah masih menunggu proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos).

Sejak tahun ajaran baru dimulai, kegiatan belajar mengajar masih mengandalkan guru dan tendik yang mendapat penugasan dari Pemkab Jombang.

”Untuk kebutuhan SDM kita masih menunggu rekrutmen dari Kemensos selesai,” kata Andik.

Dia menyebut, Pemkab Jombang saat ini menugaskan sebanyak 22 guru untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di SR Terintegrasi 1 Jombang.

 ”Jadi sejak tahun ajaran baru kemarin, kita masih mengandalkan SDM guru dan tendik penugasan dari Pemda. Kita kan kekurangan SD, SMP dan SMA dari guru bantu Pemkab sambil menunggu hasil rekrutmen dari Kemensos,” terangnya.

Meski masih terdapat kekurangan tenaga pengajar, Andik memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SR Terintegrasi 1 Jombang tetap berjalan lancar. ”Guru dan tendik yang telah ditugaskan Pemkab membantu memastikan seluruh kegiatan pendidikan tetap berlangsung,’’ pungkasnya . (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
dinsos jombang Jombang Pembangunan Sekolah Rakyat rampung