Kamis (13/8) santri Madrasatul Quran Tebuireng Putri mengikuti pelatihan salat khusyuk dengan pemateri KH Eddy Mustoffa MHi. Beliau alumni Madrasatul Quran Tebuireng sekaligus katib syuriyah PWNU DIY.
Serta Komisi Dakwah MUI DIY dan Direktur Taman Pendidikan Alquran Sunan Gunung Jati.
’’Agar salat bisa khusyuk usahakan memahami makna bacaan yang kita baca dalam salat,’’ tuturnya.
Kedudukan salat dalam Islam sangat penting. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; amal yang pertama kali dihisab di akhirat yakni salat.
Jika salatnya baik maka semua amalnya bernilai baik. Sebaliknya, jika salatnya jelek maka semua amal bernilai jelek.
’’Kedudukan salat dalam agama ibarat kepala di tubuh kita,’’ ungkapnya. Salat harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Nabi menganjurkan agar anak mulai diajari salat pada usia tujuh tahun.
Jika anak umur 10 tahun belum mau salat maka Nabi menyuruh memukul.
’’Saat mendengat azan kita tidak boleh cuek,’’ ucapnya. Kelak di akhirat, ada orang yang wajahnya bersinar seperti bintang. Mereka ini begitu mendengar azan langsung mengambil wudu dan berangkat salat.
Ada orang yang wajahnya bersinar seperti bulan. Mereka ini ketika azan sudah punya wudu.
Serta ada yang wajahnya bersinar seperti matahari. Mereka ini saat azan sudah punya wudu dan sudah di dalam masjid.
Oleh: Alliya Sofia Zahrani, Kelas 8 Internasional MTs MQ Tebuireng Putri.
Editor : Anggi Fridianto