Jadi Tower Utama Muktamar NU ke-35, MAU Tambakberas Kerahkan 70 Guru dan Siswa untuk Berkhidmah

Achmad RW • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:03 WIB


KHIDMAH: Guru MA Unggulan KH Wahab Hasbullah Tambakberas melayani muktamirin dan menata kamar untuk penginapan peserta, (29/8).

 
KHIDMAH: Guru MA Unggulan KH Wahab Hasbullah Tambakberas melayani muktamirin dan menata kamar untuk penginapan peserta, (29/8).  

 

JOMBANG — Ditunjuk sebagai Tower 1 penginapan muktamirin dari unsur PBNU selama Muktamar NU ke-35 menjadi kehormatan tersendiri bagi Madrasah Aliyah Unggulan (MAU) KH Wahab Hasbullah Tambakberas.

 Amanah tersebut dijawab dengan melibatkan 70 guru dan siswa untuk ikut berkhidmah menyukseskan Muktamar NU.

’’Ini tentu menjadi kehormatan bagi kami karena MAU dipercaya menjadi Tower 1, yang notabene tower utama untuk para muktamirin dari PBNU,’’ kata Kepala MAU KH Wahab Hasbullah, Faizun SPd MPd. Total ada sembilan tower penginapan yang tersebar di sejumlah unit pendidikan PP Bahrul Ulum Tambakberas.

Baca Juga: MAU Wahab Hasbullah Tegaskan Layanan Maksimal untuk Muktamirin Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

Untuk memberikan pelayanan maksimal, 70 guru dan siswa dilibatkan. Mereka bertugas di berbagai bidang.

Mulai resepsionis, konsumsi, kesehatan, kebersihan, pengamanan, transportasi hingga perawatan fasilitas.

’’Semua ikut berkhidmah dan menyukseskan Muktamar,’’ ucapnya.

Mereka dibagi dalam dua sif. Sif pertama mulai pukul 05.00 hingga 14.00 WIB.

Kemudian dilanjutkan sif kedua hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Khidmah juga dilakukan melalui layanan transportasi. Guru dan siswa ikut mengantar muktamirin menuju pos registrasi, yayasan maupun lokasi kegiatan lainnya. Hal itu dilakukan saat armada golf car dan becak untuk masing-masing tower belum tersedia.

’’Saat golf car dan becak belum tersedia, tetap kami antar menggunakan motor dari armada tower,’’ jelasnya.

 

Hingga saat ini, puluhan muktamirin telah terregistrasi di Tower .

 Termasuk peserta dari Lampung dan Palu. MAU juga memberikan pendampingan bagi muktamirin yang sudah sepuh dan membutuhkan perhatian khusus, termasuk terkait kebutuhan obat rutin.

Menurut Faizun, keterlibatan guru dan siswa tersebut bukan sekadar menjalankan tugas kepanitiaan. Tetapi menjadi bagian dari khidmah sekaligus upaya mewarisi semangat perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah yang menjadi nama madrasah.

’’Ini bukan hanya soal menjalankan tugas, tetapi juga bagian dari khidmah. Kami ingin guru dan murid ikut memberikan kontribusi dalam Muktamar NU,’’ tegasnya. (riz/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU Jombang Muktamar NU ke-35 Muktamirin NU MAU Tambakberas Pondok Pesantren Bahrul Ulum