JOMBANG – Sebanyak 30 madrasah dan RA di Kabupaten Jombang melaksanakan pembelajaran secara daring selama penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 26 hingga 31 Agustus 2026.
Kebijakan pembelajaran daring ini diterapkan menyusul adanya potensi peningkatan volume arus lalu lintas serta kepadatan massa selama berlangsungnya Muktamar NU ke-35.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan, sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.
’’Pelaksanaan pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan satu metode. Madrasah dapat menggunakan Zoom maupun pemberian tugas kepada peserta didik,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Nur Khojin, kemarin.
Berdasarkan surat edaran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Nomor B-471/Kk.13.12.02/PP.00/08/2026 tertanggal 20 Agustus 2026, kepala madrasah bertanggung jawab mengatur dan memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.
Informasi pelaksanaan pembelajaran juga harus disampaikan kepada guru, peserta didik, serta orang tua atau wali peserta didik.
Lembaga yang melakukan pembelajaran daring meliputi jenjang RA, MI, MTs hingga MA, baik negeri maupun swasta.
Baca Juga: Banser Jombang Siap Amankan Muktamar ke-35 NU
Di antaranya RA Muslimat Arif Rahman, RA Madinatul Ulum, RA Syafa’at, dan MIS Al Azhar. Juga MIS Bahrul Ulum, MIN 1 Jombang, MTsN 4 Jombang, MTsN 16 Jombang, dan MA Fatah Hasyim. Serta MA Muallimin Muallimat, MA Unggulan Wahab Hasbulloh, MAN 3 Jombang, MAN 4 Jombang dan MTsN 3 Jombang.
Selama pembelajaran daring berlangsung, kegiatan administrasi madrasah, pelayanan, serta tugas kedinasan bagi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya, kecuali terdapat ketentuan lain.
’’Madrasah yang tidak tercantum dalam surat edaran tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasa,’’ terangnya.
Pembelajaran tatap muka di seluruh madrasah dijadwalkan kembali normal mulai 1 September 2026.
Sejumlah madrasah juga bakal tampil dalam kegiatan muktamar. Ada grup musik albanjari atau grup salawat, tari saman, dan band. Juga tim penampil dari Kemenag, MAN 4 Jombang, MTsN 9 Jombang, dan MTsN 12 Jombang. Serta MTsN 6 Jombang, MTsN 2 Jombang, MTsN 11 Jombang, MAN 8 Jombang, MAN 1 Jombang dan MAN 7 Jombang. ’’Mereka akan tampil dalam expo Muktamar NU,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto