RABU (19/8) di kelas 7-A MTsN 9 Jombang, Ustaz Fiki selaku guru Bahasa Indonesia menyampaikan pentingnya membaca. ’’Membaca buku investasi leher ke atas yang krusial untuk perkembangan diri,’’ tuturnya.
Membaca sarana utama untuk menyerap informasi, mengasah nalar, dan memahami dunia secara lebih mendalam. Perintah pertama yang Allah Ta’ala kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yakni agar membaca. Yakni di QS Al-`Alaq 1-5.
Secara ilmiah, membaca buku secara rutin terbukti menstimulasi mental, memperluas kosa kata, hingga menurunkan tingkat stres. Lebih dari itu, buku adalah jembatan peradaban.
Baca Juga: HUT RI ke-81, Siswa MTsN 4 Jombang Diajak Isi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Adab
Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu (QS Al-Mujadilah 11). Namun, ilmu tidak akan jatuh dari langit tanpa adanya ikhtiar membaca buku. Sejarah mencatat, masa kejayaan Islam di Bagdad dahulu tegak berdiri karena budaya literasi yang kuat. Buku-buku dari seluruh dunia diterjemahkan, dibaca, dan didiskusikan secara terbuka.
Melalui tulisan kita bisa menyerap pengalaman, riset, dan kebijaksanaan hidup seseorang yang dikumpulkan selama puluhan tahun, hanya dalam beberapa jam saja. Menumbuhkan kembali minat baca di era modern memang menantang, tetapi bukan mustahil. Kita bisa memulainya dari hal kecil. Seperti membaca 5 hingga 10 halaman buku setiap hari sebelum tidur. Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat dan penuh dengan disinformasi, buku hadir sebagai jangkar yang menawarkan kedalaman berpikir.
Oleh: Mufidatul Azka Zahirah, Kelas 7-A MTsN 9 Jombang di Tanjunganom, Diwek
Editor : Anggi Fridianto