JOMBANG - Universitas Darul Ulum Jombang melalui tim dosen Program Studi Psikologi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan edukasi kesehatan reproduksi serta perlindungan diri anak berkebutuhan khusus (ABK) di TK Pertiwi Pulorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang.
Program ini memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
’’Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap pentingnya perlindungan dan pendidikan kesehatan reproduksi bagi anak. Khususnya anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif, sederhana, dan mudah dipahami,’’ kata Wardatul Mufidah SPsi MPsi Psikolog, ketua pengusul.
Anggotanya, Windy Chintya Dewi SPsi MPsi Psikolog dan Dr Achmad Sya’dullah MPd.
TK Pertiwi Pulorejo memiliki peserta didik dengan karakteristik perkembangan seperti speech delay, autisme, dan ADHD.
Kondisi tersebut menghadirkan tantangan dalam komunikasi, pemahaman batasan tubuh, serta interaksi sosial.
Baca Juga: Undar Siapkan Gedung Untuk Penginapan Peserta Muktamar ke35 NU di Jombang, Begini Cara Aksesnya
Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam upaya memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan perlindungan diri secara tepat.
Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan dengan materi yang disusun secara bertahap.
Mulai dari mengenal tubuh, memahami bagian tubuh pribadi, mengenali sentuhan yang nyaman dan tidak nyaman.
Berani mengatakan ’’tidak’’, hingga mengenali tempat aman sebagai bagian dari upaya perlindungan diri.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Pop-Up Activities Book.
Media pembelajaran interaktif yang dirancang untuk membantu menyampaikan materi kesehatan reproduksi secara lebih konkret dan menarik.
Media tersebut memuat materi pengenalan tubuh, batasan privasi, sentuhan aman dan tidak aman.
Serta perilaku perlindungan diri sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual.
Tim pengabdian bersama pihak sekolah juga melakukan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) perlindungan anak.
SOP tersebut memuat upaya pencegahan, deteksi dini, mekanisme pelaporan, penanganan awal dan rujukan.
Serta tindak lanjut apabila terjadi kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap ABK.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Darul Ulum Jombang berharap para pendidik semakin memiliki bekal dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi dengan cara yang ramah anak.
Baca Juga: Undar Siapkan Gedung Untuk Penginapan Peserta Muktamar ke35 NU di Jombang, Begini Cara Aksesnya
Tidak tabu dan sesuai dengan karakteristik perkembangan ABK.
Media Pop-Up Activities Book yang telah diperkenalkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di TK Pertiwi Pulorejo.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi Universitas Darul Ulum Jombang dalam mendukung pendidikan inklusif, perlindungan anak, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh peserta didik. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto