JOMBANG – Hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi evaluasi bagi pembinaan siswa berprestasi di Kabupaten Jombang.
Dari puluhan siswa SD dan SMP yang berhasil lolos ke tingkat provinsi, tak satu pun berhasil melanjutkan ke tingkat nasional.
Sebanyak 69 siswa SD yang lolos ke OSN provinsi tidak satupun lolos ke tingkat nasional.
Kondisi serupa juga terjadi di tingkat SMP, sebanyak 53 siswa Jombang lolos ke OSN tingkat provinsi, tidak ada satu pun yang berhasil masuk dalam daftar peserta tingkat nasional.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono mengatakan, pihaknya belum dapat mengetahui secara pasti posisi peringkat masing-masing siswa Jombang.
Pasalnya, hasil yang diterima tidak mencantumkan nilai peserta secara rinci.
”Nilai tidak tertera, jadi kami belum tahu posisi peringkat ke berapa. Sedangkan pesertanya juga banyak,” ujarnya.
Pada jenjang SMP, persaingan di tingkat Jawa Timur cukup ketat.
Dari Jombang saja terdapat sekitar 54 peserta yang mengikuti tiga bidang studi, yakni IPA, IPS, dan Matematika.
Baca Juga: 73 Siswa SMA di Jombang Lolos OSN Provinsi 2026, Siap Harumkan Nama Daerah
Sementara pada tingkat provinsi, peserta bersaing untuk memperebutkan posisi lima besar dari masing-masing bidang studi yang berhak melaju ke tingkat nasional.
Kondisi tersebut menunjukkan, untuk bisa menembus tingkat nasional, kemampuan akademik siswa saja belum cukup. Diperlukan persiapan yang matang, terarah, dan dilakukan secara berkelanjutan.
Apalagi tahun ini pembinaan dari Disdikbud hanya diberikan kepada 15 siswa. Sebab pengumuman lolosnya siswa ke tingkat provinsi tidak bersamaan.
38 siswa lain baru diumumkan beberapa hari sebelum OSN tingkat provinsi dilaksanakan. Sehingga tak sempat mendapatkan pembinaan intensif.
Menurut Eko, pembinaan siswa untuk menghadapi kompetisi seperti OSN tidak bisa dilakukan secara instan. Persiapan idealnya dilakukan jauh-jauh hari dengan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Delapan Siswa SMA Jombang Lolos Semifinal OSN 2026, Siap Berebut Tiket Nasional
”Untuk bisa lolos ke nasional memang dibutuhkan persiapan yang luar biasa, kontinu, dan intens.
Tidak hanya satu-dua bulan, tetapi pendampingan secara pribadi, baik lewat les privat, bimbingan belajar dan lain-lain, di luar pembelajaran yang diterima dari sekolah,” jelasnya.
Ia menilai pola pembinaan menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat agar siswa Jombang mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain di Jawa Timur.
Pendampingan secara intensif diperlukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi karakter soal dan tingkat persaingan yang semakin tinggi.
Sementara itu, Rhendra Kusuma, kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengatakan capaian OSN tahun ini menjadi evaluasi bagi Disdikbud.
Kedepan pihaknya bakal mengumpulkan guru untuk menyusun soal-soal contoh OSN. Sehingga dapat digunakan untuk latihan oleh para siswa.
”Kita akan mengumpulkan guru-guru yang bisa membuat soal soal sehingga bisa dibuat latihan oleh peserta didik. Kita juga akan mengadakan pelatihan membuat soal yang lebih bermutu,” pungkasnya.
Hasil OSN tingkat provinsi tahun ini pun menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan prestasi akademik siswa di Jombang.
Ke depan, persiapan diharapkan dapat dilakukan lebih panjang sehingga siswa yang lolos tingkat provinsi tidak hanya berhenti pada tahapan tersebut, tetapi mampu melanjutkan hingga tingkat nasional. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto