JOMBANG – Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas pada 27-31 Agustus menjadi perhatian Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Cabdindik melakukan kajian sebelum menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama muktamar.
Sebab, kegiatan tersebut diperkirakan berdampak pada sejumlah wilayah, terutama yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas dan keramaian massa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, mengatakan hingga kini belum ada keputusan untuk meliburkan seluruh sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB selama pelaksanaan Muktamar.
Menurutnya, arahan Gubernur Jawa Timur adalah agar pelaksanaan Muktamar tidak sampai mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah.
Karena itu, pihaknya masih melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak langsung.
”Memang Gubernur menyarankan kepada kami, pokoknya tidak mengganggu kegiatan pelajaran.
Tapi kami masih melihat, ini kan masih ada waktu semingguan lebih.
Baca Juga: Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Gus Yahya Minta Muktamirin Teladani Mbah Wahab
Ini sedang kita lihat wilayah mana yang terganggu,” ujarnya.
Eko mengatakan, keputusan terkait teknis kegiatan pembelajaran nantinya masih akan dibahas bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Kemungkinan penyesuaian hanya dilakukan pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan dampak langsung dari pelaksanaan Muktamar.
”Nanti kami akan ada rapat dengan MKKS, masih belum kita putuskan.
Tapi intinya memang tidak boleh mengganggu KBM,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sekolah yang berada di wilayah jauh dari pusat kegiatan diperkirakan tetap dapat menjalankan pembelajaran seperti biasa.
Sebaliknya, apabila terdapat sekolah yang berada di kawasan yang terdampak langsung kemacetan maupun kepadatan massa, maka akan dipertimbangkan penyesuaian.
”Kalau yang jauh-jauh kan tidak terganggu, jadi tidak ada masalah, tetap jalan.
Yang mungkin terdampak langsung dari kemacetan, terdampak langsung dari keriuhan massa, itu saja,” jelasnya.
Dengan demikian, kemungkinan adanya perubahan kegiatan pembelajaran tidak diberlakukan secara menyeluruh.
Cabdin akan melihat kondisi masing-masing wilayah sebelum menentukan kebijakan.
Sementara terkait kemungkinan sekolah digunakan sebagai lokasi penginapan peserta Muktamar, Eko menyebut hingga saat ini belum ada permintaan langsung kepada Cabdin.
Berdasarkan koordinasi yang diikutinya bersama panitia Muktamar tingkat Jawa Timur, kebutuhan akomodasi peserta lebih banyak diarahkan untuk memanfaatkan asrama pondok pesantren.
”Kalau di sekolah-sekolah belum ada permintaan.
Belum ada arah ke sana, karena mungkin oleh panitia sudah dianggap cukup di beberapa pondok itu,” katanya.
Cabdin pun masih menunggu perkembangan situasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Baca Juga: Wacana AHWA Pilih Ketum PBNU Muncul Jelang Muktamar NU, Begini Respons Gus Yahya
Prinsipnya, kegiatan Muktamar tetap dapat berjalan, tetapi aktivitas pembelajaran siswa SMA, SMK, dan SLB di Jombang diupayakan tetap berlangsung secara optimal.
Begitu juga dengan sekolah yang berada di lingkungan kementerian agama Kabupaten Jombang.
Tidak semua madrasah melakukan pembelajaran daring.
Hanya beberapa sekolah saja yang berada di wilayah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, seperti MAN 3 Jombang dan MTsN 3 Jombang.
Selebihnya tetap mengikuti pembelajaran normal.
”Hanya di beberapa madrasah saja, tidak di semua madrasah,” singkat Nur Khojin, kasi Penma Kantor Kemenag Jombang. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto