JOMBANG – Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi dengan dua usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jombang, Anya Craft dan Bhima Aneka Besek, mengembangkan produk inovatif berbahan anyaman bambu dan daun pandan.
Program Pengembangan Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) tahun ketiga ini dilaksanakan Jumat-Sabtu (7-8/8).
Di Anya Craft, mahasiswa mengembangkan tatakan piring berbahan anyaman daun pandan. Sedangkan di Bhima Aneka Besek, mereka mengembangkan tempat pod coffee serta tas anyaman untuk cup coffee ukuran regular dan small.
Program ini kelanjutan pendampingan Universitas Surabaya dan Universitas Dinamika terhadap UMKM unggulan di Kabupaten Jombang.
PM-UPUD merupakan program pengembangan usaha yang didukung pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Melalui program ini, mahasiswa merancang produk. Juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Mereka belajar menyesuaikan desain dengan karakter bahan, teknik produksi hingga kemampuan pengrajin.
’’Ini pengalaman pertama saya memegang kertas ampelas dan mengampelas produk bambu.
Sebelumnya saya memang pernah membuat produk dari bambu, tetapi yang kali ini lebih berkesan karena dilakukan melalui kolaborasi dengan UMKM,’’ kata Jeanette, mahasiswa Jurusan Desain Produk Fakultas Industri Kreatif Ubaya.
Baca Juga: Ubaya dan Universitas Dinamika Dorong UMKM Jombang Tembus Pasar Global, Begini Kiatnya
Pengalaman serupa dirasakan mahasiswa yang terlibat di Anya Craft.
Luanne dan Kennetha dari Desain Fashion and Produk Lifestyle mendapat pengalaman membuat produk menggunakan anyaman daun pandan berduri.
Sementara Kaylee, mahasiswa Desain Komunikasi Visual, menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman berbeda dari aktivitas perkuliahan yang lebih banyak dilakukan secara digital.
’’Ini pengalaman yang mengasyikkan karena biasanya cuma di depan laptop saja, sekarang bisa membuat produk secara langsung,’’ ucapnya.
Dosen Ubaya sekaligus tim pelaksana PM-UPUD, Siti Zahro, mengatakan, kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun UMKM.
’’Kegiatan ini harus terus dijalankan karena kolaborasi antara mahasiswa dan UMKM memberikan dampak nyata pada perwujudan produk inovasi yang siap dikembangkan,’’ terangnya.
Keterlibatan langsung mahasiswa membuat proses pembelajaran lebih nyata karena mereka dapat memahami proses produksi di industri. Di sisi lain, UMKM mendapat perspektif baru dalam mengembangkan produk berbasis bahan lokal.
Pengembangan produk diarahkan tidak hanya menghasilkan desain baru, tetapi juga produk yang memiliki fungsi dan peluang dikembangkan sebagai bagian dari usaha UMKM.
Kolaborasi mahasiswa dan pengrajin diharapkan membuka lebih banyak inovasi dari bahan lokal Jombang sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto