JOMBANG - Selasa (4/8) di masjid Pondok Pesantren Al-Madienah, Denanyar, Jombang, dilaksanakan diniyah sore yang diikuti seluruh siswa kelas 12 Aliyah dengan didampingi Gus Fafa.
Pondok Pesantren Al-Madienah menghadirkan inovasi baru dalam pembelajaran diniyah melalui penerapan program syawir kitab At-Tadhib.
Program ini mulai diterapkan khusus bagi santri kelas 12 Tsalits A.
Sebagai upaya meningkatkan pemahaman kitab kuning, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam mengkaji persoalan fikih.
Program tersebut merupakan gagasan dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Madienah, Abah KH Muhammad Najib Muhammad Al Imam.
Beliau mengatakan, ’’Siapa yang berani berbicara dan berpendapat sekarang pasti kelak akan bermanfaat di masa depan.’’
Abah juga menginginkan proses belajar tak hanya berfokus pada penyampaian materi.
Tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menguatkan argumen berdasarkan isi kitab yang dipelajari.
Dengan hadirnya program syawir ini, Pondok Pesantren Al-Madienah berharap dapat mencetak santri yang tidak hanya mampu membaca dan memahami kitab kuning.
Tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan berdiskusi secara santun.
Serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak serta mampu menjawab tantangan zaman.
Ini juga menunjang program pembiasaan berbahasa Inggris yang dilaksanakan setiap hari.
Dengan mampu menyampaikan isi kitab kuning dalam bahasa Inggris, santri diharapkan siap berdakwah di dalam maupun di luar negeri.
Oleh: Adinda Rofiqoh, Santriwati PP Al-Madienah Denanyar asal Bontang, Kalimantan Timur
Editor : Anggi Fridianto