RadarJombang.id – Pengadaan seragam gratis bagi siswa baru SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang memasuki tahap penjahitan. Seluruh kain seragam dipastikan telah diterima dan didistribusikan kepada penjahit.
DPRD Jombang meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperketat pengawasan terhadap proses penjahitan.
’’Dinas harus rutin memantau kualitas jahitan. Jangan sampai kualitasnya buruk, sehingga menguatkan sentimen masyarakat bahwa yang gratis itu pasti kualitasnya rendah,’’ kata Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot).
Baca Juga: Kejar Deadline! 20 Penjahit Kebut Produksi 4.132 Setel Seragam Gratis Siswa Jombang
Ini karena ongkos yang diberikan kepada penjahit nilainya normal seperti penjahit umumnya. Sehingga tidak ada alasan bagi penjahit untuk menurunkan kualitas jahitan.
’’Nilai ongkos jahit yang diberikan Pemkab Jombang tidak lebih rendah dari ongkos umumnya jahitan. Sehingga tinggal dipantau saja, karena siapapun kalau kerja tidak dipantau pasti hasilnya kurang bagus,’’ paparnya.
Tahun ini, siswa baru akan memperoleh dua setel seragam gratis. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.
Baca Juga: Separuh Kain Seragam Gratis di Jombang Sudah Diambil Penjahit, Jadinya Kapan?
Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.
Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI.
Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.
Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, memastikan, pihaknya tidak melepas begitu saja proses penjahitan setelah kain didistribusikan. Dinas tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan.
’’Kami juga melakukan kontrol ke penjahit secara berkala, mungkin seminggu sekali,’’ kata Rhendra.
Kontrol tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pengerjaan sekaligus memastikan kualitas seragam yang diproduksi.
Dengan pengawasan berkala, apabila ditemukan kendala maupun hasil jahitan yang belum sesuai, dinas dapat segera melakukan evaluasi dan memberikan arahan kepada penjahit. (wen/jif)
Editor : Achmad RW