Rabu (12/8) di Masjid Agung Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, KH Abdul Ghofar Yusuf, selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, menjelaskan pentingnya salat.
’’Salat itu bukan hanya sekadar kewajiban, tapi merupakan kebutuhan. Saat kita salat, hakikatnya kita sedang dihadapan Allah Ta’ala,’’ tuturnya.
Ketika salat tidak boleh main-main.
’’Berdoa apa pun dalam salat niscaya diijabah oleh Allah Ta’ala,’’ terangnya.
Salat sangat penting, melebihi ibadah-ibadah lain. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat yakni salat. Jika salatnya baik maka semua amal akan bernilai baik. Jika salatnya buruk maka semua amal bernilai buruk.
Baca Juga: Nyaris Menyerah Menghafal Alquran, Kini Santri Jombang Jadi Wisudawan Terbaik Ketiga
Keistimewaan salat juga ditunjukkan dengan pemberian perintah salat. Yakni Nabi langsung dipanggil menghadap Allah Ta’ala melalui peristiwa Isra Mikraj.
Mikraj yakni Nabi melakukan perjalanan naik sampai dihadapan Allah Ta’ala. Di situ Nabi mendapatkan perintah salat. Sehingga salat juga disebut sebagai mikrajnya orang beriman. Ketemunya orang beriman secara langsung dengan Allah Ta’ala.
Nabi berpesan; Salatlah seakan melihat Allah Ta’ala. Jika tidak mampu, maka bayangkan Allah Ta’ala melihatmu.
Suatu ketika Nabi di masjid kemudian ada orang datang salat. Nabi lalu memintanya mengulangi salat hingga tiga kali. Ini karena dia salat tanpa memahami bacaan salat. Serta tidak ada tumakninah dalam salatnya.
Oleh M Abdullah Jazari, Kelas 8 Tahfidz 2 MTs MQ Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto