Pengajian Nashoihul Ibad di Tebuireng, Gus Fahmi: Menata Sepatu Guru dan Tersenyum Juga Bernilai Ibadah

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:08 WIB
 Athaya Hanun windriya Ary Wibowo, Kelas 8-C SMP A Wahid Hasyim Tebuireng
Athaya Hanun windriya Ary Wibowo, Kelas 8-C SMP A Wahid Hasyim Tebuireng

 

Selasa (4/8), para santri Pondok Putri Pesantren Tebuireng mengikuti pengajian kitab Nasho’ihul ‘Ibid yang diasuh KH Fahmi Amrullah Hadziq.

Beliau menyampaikan pentingnya ibadah.

’’Ibadah tidak hanya haji, berdoa, atau salat, namun juga menyebarkan kebaikan dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu tersenyum kepada teman dan orang di sekitarnya atau menata sepatu guru saat akan masuk kelas,’’ tuturnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun.

Senyummu kepada saudaramu berpahala sedekah.

Menyingkirkan duri dari jalan berpahala sedekah.

Santri hendaknya tidak memandang remeh kebaikan sekecil apa pun.

Menyapa teman dengan ramah, membantu teman yang kesulitan, menjaga kebersihan kelas, menaati aturan pesantren, serta menghormati ustad dan ustadah semuanya dapat menjadi amal saleh.

Ibadah memiliki pengaruh terhadap perilaku.

Demikian pula kehidupan seorang santri.

Ilmu yang dipelajari di pesantren tidak cukup hanya diketahui dan dihafalkan.

Ilmu harus tampak dalam perilaku sehari-hari.

Semakin banyak ilmu yang dimiliki, semakin baik pula adab dan akhlaknya.

Ibadah harus hadir dalam seluruh kehidupan.

Ibadah bukan hanya ketika berada di masjid, sedang salat, berdoa, atau membaca Alquran.

Tetapi juga ketika berada di kelas, asrama, halaman pesantren, dan saat berinteraksi dengan teman maupun guru.

Oleh: Athaya Hanun Windriya Ary Wibowo, Kelas 8-C SMP A Wahid Hasyim Tebuireng.

 
 
 
 
 
 
 
Editor : Anggi Fridianto
Pendidikan Karakter Santri Jombang Nashoihul Ibad Santri Tebuireng pesantren tebuireng