JOMBANG - SMAN Bareng terus mengembangkan berbagai program unggulan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri dan memiliki keterampilan hidup.
’’Kami ingin membangun budaya sekolah yang religius dan ramah. Anak-anak dibiasakan memulai hari dengan suasana yang positif,’’ kata Kepala SMAN Bareng, Anik Noerachini MPd.
Pembentukan karakter menjadi salah satu fokus utama sekolah. Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, lantunan murotal diperdengarkan di seluruh area sekolah. Sementara guru menyambut kedatangan siswa di gerbang.
Pembiasaan tersebut diperkuat dengan pelaksanaan salat duha secara bergiliran untuk setiap Angkatan. Serta salat Duhur dan Asar berjamaah. Siswa baru diperkenankan pulang setelah menunaikan salat Asar di sekolah.
Baca Juga: Inspiratif! Guru SMAN Bareng Jombang Ini Buktikan Olahraga Jadi Kunci Sukses Jalani Banyak Peran
Di bidang akademik, SMAN Bareng juga mulai menyiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Mulai Agustus mendatang, materi pembelajaran akan diperkaya dengan latihan soal dan pembahasan kisi-kisi TKA melalui proses belajar mengajar maupun try out.
Selain itu, sekolah membentuk tim kewirausahaan untuk mengembangkan hasil program double track agar memiliki nilai jual. Berbagai produk telah dihasilkan. Mulai dari aneka kuliner hingga olahan berbahan dasar durian yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah.
’’Kami ingin produk hasil pembelajaran tidak berhenti di praktik saja, tetapi juga bisa dipasarkan sehingga siswa memiliki pengalaman berwirausaha,’’ ungkapnya.
Program unggulan lainnya adalah pengembangan greenhouse sebagai bagian dari Program SiKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Di dalam greenhouse tersebut, siswa belajar membudidayakan berbagai tanaman seperti melon, semangka, bayam, kacang panjang, ubi, tomat, selada, hingga tanaman obat keluarga dengan konsep minim pestisida.
’’Harapannya siswa memiliki bekal keterampilan bercocok tanam dan memahami pentingnya ketahanan pangan. Mereka belajar bahwa menanam bisa menjadi bekal kehidupan di masa depan,’’ tuturnya.
Untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi, sekolah juga terus melengkapi sarana belajar melalui pemasangan televisi interaktif di ruang kelas secara bertahap. Di sisi lain, penataan lingkungan sekolah juga terus dilakukan, termasuk penanganan area longsor yang kini telah diperkuat dengan bronjong sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto