Kabar Baik! Jumlah Anak Tidak Sekolah di Jombang Turun Jadi 6.715, Ribuan Masih Perlu Penanganan

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:27 WIB

 

KESETARAAN: Siswa mengikuti kegiatan belajar di PKBM Gajahmada, Kecamatan Mojoagung.
KESETARAAN: Siswa mengikuti kegiatan belajar di PKBM Gajahmada, Kecamatan Mojoagung.

 

JOMBANG – Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jombang mengalami penurunan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Berdasarkan dashboard ATS Kemendikdasmen, jumlah ATS kini tercatat sebanyak 6.715 anak, turun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 7.281 anak.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Maria Ulfah mengatakan, penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Baca Juga: Disdikbud Jombang Tangani 7.281 ATS, Ribuan Anak Masuk PKBM

”Data ATS memang berkurang karena ketika anak-anak yang sebelumnya masuk kategori ATS berhasil kembali bersekolah, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal, lalu datanya masuk ke Dapodik, otomatis jumlah ATS di Dashboard ATS juga akan berkurang,” ujarnya.

Ulfah menjelaskan, dari total 6.715 ATS tersebut terdiri atas 1.570 lulusan SMP yang belum melanjutkan ke SMA/sederajat, 345 lulusan SD yang belum melanjutkan ke SMP, 2.032 anak yang belum pernah bersekolah, serta 2.768 anak dengan status putus sekolah. Sementara itu, kategori belum pernah sekolah dihitung untuk anak usia 7 hingga 24 tahun.

Meski jumlah ATS menurun, Disdikbud Jombang masih akan mengintensifkan upaya penanganan terhadap ribuan anak yang tersisa. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan identifikasi dan verifikasi data agar penanganan lebih tepat sasaran.

”Kami akan bekerja sama dengan Tim ATS Kabupaten Jombang serta PKBM dan SKB untuk melakukan identifikasi dan verifikasi bersama terhadap data ATS tersebut,” jelasnya.

Setelah proses validasi selesai, pemerintah akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada anak beserta keluarganya agar bersedia mengikuti pendidikan kembali. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menawarkan pilihan pendidikan sesuai kondisi masing-masing anak, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan nonformal.

”Selanjutnya akan dilakukan pendekatan dan upaya-upaya persuasif agar anak-anak tersebut mau bersekolah atau kembali bersekolah, baik di jalur pendidikan formal maupun nonformal,” pungkasnya. (wen/ang)

Editor : Anggi Fridianto
ATS Jombang anak tidak sekolah Jombang berita jombang pendidikan jombang disdikbud jombang