JOMBANG – Sebanyak 46 ribu siswa baru SD/MI dan SMP/MTs di Jombang masih menunggu seragam gratis. Hingga kini, distribusi kain dari penyedia baru mencapai sekitar 30 persen dari total kebutuhan. Meski belum tuntas, proses pengukuran tetap berjalan agar penjahitan bisa segera dimulai. Pemkab menargetkan distribusi tuntas sebelum 20 Agustus.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Rhendra Kusuma menyebut, pengiriman kain dilakukan bertahap. ”Belum semuanya datang. Saat ini yang sudah datang sekitar 30 persen,” ujarnya, Jumat (24/7).
Dinas terus menekan penyedia agar distribusi rampung sesuai jadwal. Targetnya, seluruh kain harus sudah terkirim paling lambat 20 Agustus 2026. ”Target atau batas akhirnya sampai 20 Agustus,” tegas Rhendra.
Sambil menunggu, pengukuran siswa baru tetap berjalan. Setiap anak diukur satu per satu agar seragam yang dijahit sesuai ukuran. Untuk mempercepat, dinas menunjuk 62 koordinator penjahit. Mereka diberi kewenangan melibatkan penjahit di wilayah masing-masing. ”Jumlah penjahit tidak ditentukan, kami serahkan sepenuhnya kepada koordinator,” tambahnya.
Seperti diberitakan, Pemkab Jombang kembali menyalurkan bantuan seragam gratis bagi siswa baru. Rinciannya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI dan 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. Tahun ini, setiap anak menerima tiga setel: seragam nasional, biru putih, dan Pramuka.
Anggaran pengadaan kain mencapai Rp 3,51 miliar untuk SD/MI dan Rp 5,34 miliar untuk SMP/MTs. Sedangkan ongkos jahit dialokasikan Rp 3,92 miliar untuk SD/MI dan Rp 5,98 miliar untuk SMP/MTs. Tarifnya dipatok sama, Rp 95 ribu per setel untuk SD dan Rp 105 ribu per setel untuk SMP, sudah termasuk pajak. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto